Profile
Rifqah Ramdhana Jufri adalah seorang dosen, penulis sekaligus pemerhati issu perempuan dan anak yang aktif dalam mendorong pendidikan yang kritis, inklusif dan berkeadilan. Ia memadukan peran sebagai pendidik dan penulis untuk menyuarakan pentingnya kesetaraan, perlindungan anak serta pemberdayaan perempuan melalui berbagai karya dan kegiatan edukatif. Sebagai dosen ia dikenal memiliki pendekatan yang humanis dan transformatif, mendorong mahasiswa berfikir reflektif, berani berusara dan peka terhadap realitas sosialnya. Dalam konsep pelatihan yang banyak fokus pada literasi serta human resource. Pendekatan ini diyakininya sebagai ujung tombak dari lahirnya perubahan yang sesuai dengan kondisi ideal manusia. Dengan semangat dan kepedulian sosial Rifqah terus berupaya menghadirkan perubahan positif secara progresif melalui ilmu, tulisan dan aksi nyata
My Post
- March 6, 2026 - Helper’s High Kimiawi di Balik Empati
- March 6, 2026 - Neurobiologi Perencanaan vs Spontanitas
- March 4, 2026 - Neuro “MANIAK”
- March 4, 2026 - Lebih Yang Tidak Pernah Cukup
- March 4, 2026 - Neuro Ikigai Menemukan Makna Dalam Sepiring Sushi
- March 3, 2026 - Menjelajah Sejarah, Neurosains Dan Imajinasi
- March 3, 2026 - Seni Mengelola Emosi dan Logika Dalam Kepemimpinan
- March 3, 2026 - Plastisitas Sinaptik
- March 3, 2026 - Anatomi Emosi Bertahan Hidup dan Emosi Luhur
- February 23, 2026 - Neuro Friendly Membuat Ruang Belajar Dinamis
- February 22, 2026 - Aku Si “Kecil” Yang Penuh Luka Pengasuhan
- February 22, 2026 - Rahasia Neurologis di Balik Gagalnya Konsistensi
- February 16, 2026 - Alasan Saraf Suka Ngajak ‘Cicip’ Upil Sendiri
- February 14, 2026 - Belajar dari Homelander (The Boys)
- February 13, 2026 - Di Balik Karisma dan Agresi Pasif
- February 13, 2026 - Mengapa Otak Elon Musk dan Richard Branson Tidak Mengenal Kata Cukup
- February 12, 2026 - Anatomi Gengsi
- February 10, 2026 - Task Switching Cost
- February 9, 2026 - Neurobiologi di Balik Tragedi Otak Menolak Menjadi Mesin
- February 4, 2026 - Kleptomania Dari Adrenalin Menuju Candu
- January 28, 2026 - Seni Menipu
- January 28, 2026 - Pensiunan Pinokio
- January 25, 2026 - Bagaimana Otak Laki-Laki dan Perempuan Merespons Stres
- January 25, 2026 - Melampaui Ambang Batas
- January 23, 2026 - Membongkar Penjara Adiksi dengan Hipnoterapi
- January 21, 2026 - Sang Mawar di Balik Badai
- January 19, 2026 - Operasi Tanpa Pisau
- January 13, 2026 - Pelacuran Sains : Saat Ilmu Bungkuk Pada Algoritma Bisnis
- January 12, 2026 - Perceraian Neurologis Ala Dr Joe Dispenza
- January 11, 2026 - Awas Kecanduan, Waspadai Alarm Berbahaya Saat Otak Happy Dengan Gaya Literasi Baru
- January 10, 2026 - Mens Rea: Anatomi Kemarahan Kolektif dan “Penyakit” Kognitif Elit, Kenapa Harus Marah ?
- January 10, 2026 - Trik Neurosains Merampas Perhatian Orang Dalam 1 Detik
- January 10, 2026 - Cuci Otak : Teknik ‘Ilegal’ Agar Guru Tetap Waras di Tengah Siswa Yang Brutal
- January 10, 2026 - Jembatan Neurobiologis, Memahami Kaitan Antara Fantasi Seksual Kompulsif dan Mekanisme Self Harm
- January 10, 2026 - Liturgi Debu , Saat Otak Menjadi Medan Perang


