Banyak orang mengira berani public speaking adalah bakat. Itu salah besar. Keberanian adalah hasil dari "meretas" sistem saraf sendiri. Mari kita simak percakapan yang pernah digambar kan oleh seorang guru ke muridnya ini khas diceritakan dalam buku "berani tak disukai" karya Ichiro Kishimi dan Fumitake Koga . Puil (seorang yang gemetar jika harus presentasi) dan Melan (seorang Neuro Coach).
Mengapa Otak Anda "Mati" Saat Dilihat Orang ?
Puil: "Melan" setiap kali saya berdiri di depan kelas atau rapat, otak saya kosong. Tangan saya dingin, dan saya merasa ingin lari. Apa yang salah dengan saya?"
Melan: "Tidak ada yang salah denganmu. Otakmu hanya terlalu pintar dalam menjaga keselamatanmu. Di dalam kepalamu ada bagian bernama Amygdala. Saat kau melihat tatapan banyak orang, Amygdala menganggap itu adalah serangan predator. Kamu sedang mengalami Amygdala Hijack."
Puil: "Predator? Tapi mereka hanya audiens!"
Melan: "Bagi otak purbamu, 50 pasang mata yang menatapmu sama bahayanya dengan 50 serigala yang lapar. Tubuhmu memompa adrenalin untuk Fight or Flight (Lawan atau Lari). Karena kau tidak mungkin lari, energi itu berubah menjadi getaran di tangan dan suaramu."
Teknik "Ilegal" Meretas Saraf Vagus
Melan: "Sekarang, kita lakukan cuci otak kecil. Sebelum naik panggung, kau harus melakukan Vagus Nerve Hack. Saraf Vagus adalah kabel utama yang memerintahkan tubuh untuk rileks."
Puil: "Bagaimana caranya? Apakah saya harus meditasi berjam-jam?"
Melan: "Tidak. Gunakan teknik Physiological Sigh. Tarik napas dalam melalui hidung, lalu saat paru-parumu hampir penuh, tarik napas pendek sekali lagi dengan cepat, baru buang napas panjang melalui mulut."
Puil: (Mencoba teknik itu) "Rasanya dadaku lebih lega."
Melan: "Tepat. Secara neurosains, tarikan napas kedua itu membuka kantong udara kecil di paru-paru (alveoli) yang kolaps, memungkinkan lebih banyak CO_2 keluar dan seketika menurunkan detak jantungmu. Kau baru saja memaksa otakmu untuk berpikir: 'Oh, kita aman, tidak ada predator.'"
Mengganti Ketakutan Menjadi Kegembiraan (Excitement)
Puil: "Tapi rasa gugup itu tetap ada di perutku. Seperti ada ribuan kupu-kupu yang terbang."
Melan: "Jangan diusir. Itu energi. Secara neurobiologis, gejala gugup dan semangat itu identik, jantung berdebar, napas cepat, berkeringat. Perbedaannya hanya satu, label di pikiranmu."
Puil: "Maksudnya?"
Melan: "Alih-alih berkata 'Saya sangat takut', katakanlah secara keras: 'SAYA SANGAT BERSEMANGAT!'. Penelitian di Harvard menunjukkan bahwa orang yang melabeli kegelisahan sebagai 'semangat' tampil jauh lebih persuasif daripada mereka yang berusaha mencoba 'tenang'."
Visualisasi "Mirror Neurons"
Melan: "Terakhir, gunakan Mirror Neurons (Saraf Cermin) audiensmu. Jika kau terlihat takut, audiens akan merasa tidak nyaman karena saraf cermin mereka meniru emosimu. Tapi jika kau memaksakan diri tersenyum lebar sebelum mulai, otak mereka akan 'tertipu' untuk merasa senang."
Puil: "Jadi saya menghipnotis mereka dengan ekspresi saya?"
Melan: "Tepat sekali. Hipnotis bukan tentang mantra, tapi tentang mentransfer kondisi emosional. Cuci otak dirimu bahwa kau adalah pemberi hadiah (informasi), bukan seorang terdakwa yang sedang dihakimi.
3 Menit Sebelum Tampil
- Menit 1: Lakukan Physiological Sigh (3 kali) untuk mematikan alarm amygdala.
- Menit 2: Berdiri tegak (Power Posing) untuk menurunkan hormon kortisol dan menaikkan testosteron.
- Menit 3: Katakan dengan lantang, "Saya sangat bersemangat membagikan ini!"
Puil: "Oke, saya merasa seperti punya kendali sekarang. Bukan lagi soal bakat, tapi soal biologi."
Melan: "Selamat, Puil. Kau baru saja melakukan self hypnosis tingkat tinggi
I invite you to spectacular collaboration
Find me in contact +62 819-3822-9535

