IBHCenter

Indonesian Board of Hypnotherapy Official Website

  • Home
  • Blog
  • Member
    • Certified Hypnotist
    • Certified Hypnotherapist
    • Trainer
  • Jadwal Pelatihan
  • Renewal
  • login

Ilmuwan Temukan Cara Makan Ini Bisa Cegah Alzheimer

August 12, 2026 by Rifqah Ramdhana Jufri

Kalau kamu scroll media sosial dalam dua minggu terakhir kemungkinan besar kamu sudah lihat versi headline itu dengan berbagai variasi kalimat tapi klaim yang sama puasa berjendela (time-restricted eating) terbukti melindungi otak dari penuaan dan demensia. Sumbernya selalu sama, sebuah studi dari Rutgers University yang dipresentasikan di konferensi NUTRITION 2026, akhir Juli lalu.

Masalahnya, kalau kita buka studi aslinya bukan cuma judul beritanya yang kamu temukan adalah sesuatu yang jauh lebih kecil, lebih rapuh, dan justru lebih menarik dari sekadar puasa bikin otak awet muda

Apa yang sebenarnya diteliti

Peneliti merekrut 47 perempuan usia 50–79 tahun, semuanya overweight atau obesitas. Semua peserta diminta memangkas asupan kalori 500 kkal per hari, defisit kalori standar untuk program penurunan berat badan. Dari situ, mereka dibagi dua kelompok:

  • Kelompok kontrol: makan seperti biasa, dalam jendela waktu sekitar 12 jam sehari.
  • Kelompok eksperimen: jendela makannya dipersempit jadi kurang dari 9 jam semua kalori harian harus masuk dalam rentang waktu itu.

Setelah enam bulan, dua kelompok ini kehilangan berat badan yang hampir identik sekitar 6,8 hingga 7,5 kg. Titik ini penting dan sering hilang di headline penurunan berat badannya sama. Yang membedakan bukan seberapa banyak mereka makan atau seberapa banyak lemak yang hilang, tapi kapan mereka makan.

Dan di situlah bedanya muncul. Kelompok dengan jendela makan sempit menunjukkan perbaikan yang signifikan secara statistik (p<0,05) pada satu tes spesifik: spatial planning and problem-solving (diukur lewat Stockings of Cambridge, bagian dari baterai tes CANTAB). Perbaikan pada memori dan pembelajaran ada tapi baru sebatas tren belum signifikan secara statistik.

Kenapa headline-nya berlebihan

Tiga hal yang jarang disebut media populer:

Pertama, ini studi pilot uji coba skala kecil yang tujuannya menjajaki bukan membuktikan. Dengan n=47 dan efek yang cuma muncul pada satu dari beberapa domain kognitif yang diuji, ini masih jauh dari cukup untuk klaim sekuat mencegah Alzheimer.

Kedua, ini belum melalui peer review. Yang dipresentasikan di NUTRITION 2026 adalah abstrak konferensi. Peneliti sendiri Sue Shapses dari Rutgers menyebutnya modest effect dan menekankan hasilnya preliminary perlu direplikasi di sampel yang lebih besar sebelum bisa disimpulkan apa-apa.

Ketiga, populasinya sangat spesifik perempuan, usia 50–79, overweight/obesitas. Generalisasi ke "semua orang" apalagi ke laki-laki muda yang sering jadi target konten wellness soal intermittent fasting sama sekali belum punya dasar dari studi ini.

Ironinya, kegagalan media memisahkan efek modest pada satu tes kognitif di sampel kecil" dari cara mencegah demensia justru menunjukkan pola yang lebih besar: bagaimana ekosistem media kesehatan populer secara sistematis melebih-lebihkan temuan pilot demi headline yang bisa dibagikan.

Tapi ada satu hal yang benar-benar menarik di sini

Setelah semua caveat itu, ada satu poin dari studi ini yang sebenarnya layak dipikirkan serius justru karena desainnya, bukan karena hasilnya yang mengesankan.

Selama ini, wacana populer soal diet dan kesehatan otak selalu menyatukan dua variabel jadi satu paket: berapa banyak kamu makan dan kapan kamu makan, seolah keduanya cuma dua cara mengukur hal yang sama defisit kalori. Model yang mendasari asumsi itu pada dasarnya reduksionis, tubuh (dan otak) diperlakukan sebagai kalkulator termodinamika kalori masuk, kalori keluar, sisanya urusan neraca.

Desain studi Rutgers ini, secara tidak sengaja, memisahkan kedua variabel itu. Dan ketika berat badan yang hilang identik tapi hasil kognitifnya berbeda, itu artinya kalau efeknya nanti terkonfirmasi di studi yang lebih besar, ada mekanisme yang berjalan independen dari defisit kalori itu sendiri. Peneliti menduga arahnya ke ritme sirkadian, jalur nutrient-sensing, dan inflamasi bahwa tubuh punya jam biologis yang memperlakukan waktu makan sebagai sinyal tersendiri, bukan cuma wadah untuk memasukkan kalori.

Ini pertanyaan yang jauh lebih menarik daripada puasa itu bagus atau tidak. Pertanyaannya jadi seberapa jauh model kesehatan yang kita warisi, kalori masuk, kalori keluar sebenarnya buta terhadap dimensi waktu? Dan kalau tubuh memang punya logika kronobiologis yang berdiri sendiri, berapa banyak rekomendasi kesehatan populer selama ini yang keliru bukan karena isinya salah tapi karena mereka mengabaikan variabel kapan sama sekali? Itu pertanyaan yang belum terjawab oleh satu studi pilot dengan 47 orang. Tapi itulah bedanya pertanyaan ilmiah yang jujur dengan headline yang cuma ingin dibagikan.

 

Filed Under: NLP for Hypnosis

In memoriam Yan Nurindra

Certified Instructor of The Month July-2026

dr. Evan Sastria, M.H.Kes., MARS.,CI (IBH), CCH (NGH), MCH, CT.NLP(NNLP), CT.NLP(NFNLP), CPC (NFNLP)
No Anggota: 01779

lihat Profile

//Artikel Terbaru

  • Kuletakkan Emosiku di Depan Pintu
  • MEKI RAHASIA INTI EKSEKUSI TANPA TERKECUALI
  • Kapan Psikiatri Akan Punya Biomarker Otak Seperti Alzheimer
  • Rekonstruksi Bukan Rekaman
  • Ilmuwan Temukan Cara Makan Ini Bisa Cegah Alzheimer

//Jadwal Pelatihan

Basic Hypnotherapy

15-Aug-2026 - Yogyakarta

Ilyas Afsoh

Detail

Advanced Hypnotherapy

15-Aug-2026 - Bandung

Deden Rizwan R, S. Pd. I, CI. IBH

Detail

Basic Hypnotherapy

15-Aug-2026 - Tangerang

Bernartdous Sugiharto, S.S.T, CH, CHt, CPHt, CMH, CI, C.ESTher, CT. MTH, CT. NLMOR, CT NNLP, CT. PBL, CT. HLC

Detail

Advanced Hypnotherapy

15-Aug-2026 - Depok

DR.(H.C) ARIS BUDIMAN, CHt.,CPHt.,CMHt, CI, CMTHt.

Detail

Jadwal Lengkap

// News

// Our Network

logo-nca logo-nnlp

// The Indonesian Board of Hypnotherapy

Plaza Basmar Lantai 3
Jl. Mampang Prapatan Raya 106 Jakarta Selatan
Whatsapp: 0813-8100-0981 (Mey)
IBH is managed by Integra

© Copyright 2014 IBH Center · All Rights Reserved · Powered by Indonesia9 ·