Purwakarta – Kenapa Kadang Kamu "Lapar" Padahal Nggak Butuh Makan? Pernah nggak, tiba-tiba pengen makan cokelat padahal baru selesai sarapan? Atau ngidam gorengan saat lagi bosan?
Jawabannya itu bukan perutmu yang berisik, tapi pikiranmu lagi main sulap! Lho kok bisa? Yup bisa kok, sugesti bisa bikin otak mengira kamu butuh makanan, padahal sebenarnya kamu cuma butuh pelukan atau istirahat.
Menurut Dr. David Hamilton dalam bukunya yang berjudul How Your Mind Can Heal Your Body, otak kita punya kemampuan "menipu" tubuh. Saat stres, bosan, atau sedih, otak bisa mengirim sinyal palsu ke perut seolah-olah kita butuh makanan. Padahal, yang kita butuhkan mungkin cuma pelukan, istirahat, atau curhat ke teman.
Hipnoterapi bisa bantu kamu "reset" pola pikir ini. Dengan membuka akses ke alam bawah sadar, kita bisa ubah kebiasaan lama yang bikin kamu terjebak lapar palsu. Otakmu pun belajar untuk mengenali dan membedakan stres, bukan sinyal untuk makan!
Studi Kasus
Dinda, 22 tahun, mahasiswa yang sering begadang ngerjain skripsi. Setiap kali deadline mepet, dia langsung ngemil keripik atau es krim sampai perut begah. Padahal, dia nggak benar-benar lapar, hanya lapar karena rasa cemas dan kesepian.
Lapar palsu itu seperti teman toxic yang selalu ajak kamu mundur. Tapi kamu bisa pilih: terus ikutin suara bising di kepala, atau mulai percaya pada tubuhmu. Yuk, temukan versi dirimu yang bebas dari jerat ‘lapar ilusi’ hipnoterapi siap jadi panduannya!
Referensi
Buku How Your Mind Can Heal Your Body oleh Dr. David Hamilton

