IBHCenter

Indonesian Board of Hypnotherapy Official Website

  • Home
  • Blog
  • Member
    • Certified Hypnotist
    • Certified Hypnotherapist
    • Trainer
  • Jadwal Pelatihan
  • Renewal
  • login

Chair Therapy

September 14, 2015 by Restu Kurniawan

Jika Anda termasuk orang yang sering mengalami rasa bersalah, atau masih mengalaminya, namun tidak memiliki keberanian untuk mengucapkan kata maaf, atau memiliki kendala karena terputusnya hubungan komunikasi dan jarak dengan seseorang yang dimaksud, Anda patut membaca tulisan ini sampai selesai, karena rasa bersalah yang berlebihan mampu menjadi tekanan emosi negatif yang akan mempengaruhi kebahagiaan Anda dan orang-orang disekitar Anda. Anehnya, rasa bersalah ini menjalar hampir keseluruh sendi kehidupan kita, menggerogoti, dan menyabotase peluang-peluang kebaikan yang ada di depan mata.
 

Contoh kasus

Seorang mahasiswa tiba-tiba mengalami histeris (mirip kesurupan) saat sedang melakukan aktivitas di kampusnya. Ia meronta-ronta layaknya orang yang kerasukan. Tetapi setelah diinterogasi saya mendapati informasi penting, ternyata ia mengalami rasa rindu yang teramat sangat dengan keluarganya di rumah. Ia merasa bersalah karena tidak pernah pulang untuk beberapa waktu yang cukup lama karena kesibukannya di kegiatan kemahasiswaan.

 

Bagaimana Hipnoterapi membantu menyelesaikan masalah di atas?

Pada saat kejadian tersebut, saya memanfaatkan teknik CHAIR THERAPY.

Apa itu CHAIR THERAPY ?

Secara konsep, CHAIR THERAPY merupakan sebuah tool untuk mengungkap gejala yang menjadi pemicu rasa sedih, marah tanpa sebab, frustasi, dan murung yang disebabkan hilangnya kemampuan mengkomunikasikan perasaan tersebut kepada orang-orang yang terkait.

Teknik ini dapat Anda lakukan sendiri, walau untuk hasil maksimal sebaiknya dibimbing oleh seorang Hipnoterapist. Secara historis terapi ini merupakan pengembangan dari teknik terapi Gestalt.

 

Lalu kemudian Mahasiswa tadi dibimbing untuk berkomunikasi dengan orang tuanya secara imajinatif yang berada di depannya sampai masalahnya terselesaikan. Skenario dibuat seolah-olah orang tuanya tidak mempermasahkan dirinya yang belum sempat pulang dan orang tuanya tetap bangga memiliki anak seperti dirinya, yang aktif di ke giatan kemahasiswaan.

***

Berikut tahapan untuk melakukannya secara mandiri:

1.    Siapkan dua buah kursi. Satu kursi untuk Anda dan yang satunya letakkan tepat di depan Anda.

2. Berdoa (disarankan) meminta petunjuk dan niatkan di dalam hati bahwa Anda akan melakukan sebuah proses penting untuk kebaikan hidup Anda. Dilanjutkan dengan mengamati setiap tarikan nafas panjang dan menghembuskannya.Sambil merasakan tubuh serta pikiran perlahan mulai santai dan relaks. Nikmati dan hayati prosesnya.

3.   Selanjutnya Anda mulai membayangkan sosok yang terkait dengan masalah Anda duduk di kursi kosong di depan Anda. Gambarkan sosoknya senyata mungkin, rasakan kehadirannya benar-benar utuh di hadapan Anda.

4.  Sekarang, Anda memiliki kesempatan untuk mengatakan apapun yang ingin Anda katakan. Misalnya meminta maaf, atau apapun yang memang ingin Anda katakan. Anda bisa mengatakannya dengan bersuara. Bayangkan sosok itu mendengarkan semua yang Anda sampaikan, lihatlah dia tersenyum pada Anda. Dan ia menerima ucapan maaf Anda. Genggamlah tangannya, dan ucapkan TERIMA KASIH karena bersedia memaafkan semua kesalahan Anda. Ucapkan dengan tulus dan bersungguh-sungguh.

5. Pindahlah duduk Anda di kursi tempat duduk orang tersebut. Bayangkan saat ini diri Anda menjadi orang tersebut. Sekarang, jika Anda menjadi orang tersebut, apa yang ingin Anda katakan kepada diri Anda sendiri? Katakanlah dengan bersuara dan bersungguh-sungguh bahwa Anda benar-benar mewakili orang tersebut. Jika sudah cukup, kembalilah ke tempat duduk Anda semula, dan jadilah diri Anda kelmbali.

6. Sekarang rasakan kelegaan di hati Anda. Niatkan untuk kembali pada kesadaran yang sesungguhnya. Hayati dan resapi keberadaan Anda dengan perasaan lega, karena Anda telah berhasil berdamai dengan perasaan yang mengganggu dan menyumbat semua potensi Anda. Ijinkan juga untuk Anda memaafkan diri Anda sendiri. Yang terakhir, ucapkan rasa syukur pada Tuhan karena Anda masih diberi kesempatan untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya.

***

Kalau Anda masih berfikir “Apakah semudah itu?”, inilah bukti bahwa pikiran Anda telah disabotase oleh kepentingan-kepentingan yang merumitkan perubahan hidup Anda sendiri. Dan Anda perlu mulai belajar untuk memafkan diri Anda sendiri.

Kalau bisa sederhana kenapa mesti dibuat rumit?

Dan jika hal itu terjadi, ada baiknya segera hubungi Hipnoterapist terdekat di kota Anda !!!

 

*Salam Berdaya

Restu Kurniawan

Filed Under: Hypnotherapy

In memoriam Yan Nurindra

Certified Instructor of The Month February-2026

Asep Herna, S.S., C.H., CHt., C.I.
No Anggota: 07708

lihat Profile

//Artikel Terbaru

  • Puasa dan Kesehatan Mental
  • MEKI rahasia inti eksekusi tanpa terkecuali
  • Helper’s High Kimiawi di Balik Empati
  • Neurobiologi Perencanaan vs Spontanitas
  • Neuro “MANIAK”

//Jadwal Pelatihan

Advanced Hypnotherapy

10-Mar-2026 - Malang

Ilyas Afsoh

Detail

Advanced Hypnotherapy

10-Mar-2026 - Tangerang

Bernartdous Sugiharto, S.S.T, CH, CHt, CPHt, CMH, CI, C.ESTher, CT. MTH, CT. NLMOR, CT NNLP, CT. PBL, CT. HLC

Detail

Professional Hypnotherapy Workshop

11-Mar-2026 - Surabaya

Ilyas Afsoh

Detail

Basic Hypnotherapy

12-Mar-2026 - Taiwan

Ilyas Afsoh

Detail

Jadwal Lengkap

// News

// Our Network

logo-nca logo-nnlp

// The Indonesian Board of Hypnotherapy

Plaza Basmar Lantai 3
Jl. Mampang Prapatan Raya 106 Jakarta Selatan
Whatsapp: 0813-8100-0981 (Mey)
IBH is managed by Integra

© Copyright 2014 IBH Center · All Rights Reserved · Powered by Indonesia9 ·