Di berbagai kota di Kalimantan, mulai dari Balikpapan, Samarinda, Banjarmasin, Banjarbaru, Pontianak, Singkawang, Palangkaraya, Tarakan, hingga Nusantara (IKN), banyak orang tua menghadapi tantangan yang sama. Setiap hari mereka berusaha menyajikan makanan terbaik untuk buah hati, namun saat waktu makan tiba, anak justru menolak nasi, memilih makanan tertentu, atau hanya mau minum susu. Awalnya mungkin dianggap sebagai kebiasaan biasa yang akan hilang seiring bertambahnya usia. Namun ketika berat badan anak tidak kunjung naik dan tumbuh kembangnya mulai terlihat berbeda dibanding teman seusianya, rasa khawatir mulai muncul.
Tidak semua anak yang susah makan hanya sedang pilih-pilih makanan. Dalam banyak kasus, terdapat faktor lain yang perlu diperhatikan. Beberapa anak memiliki sensitivitas terhadap tekstur makanan, gangguan sensorik, keterlambatan oral motorik, kesulitan mengunyah dan menelan, speech delay, autisme, ADHD, atau hambatan tumbuh kembang lainnya. Kondisi ini membuat anak merasa tidak nyaman saat makan sehingga mereka hanya mau mengonsumsi makanan tertentu yang dianggap aman dan familiar. Akibatnya, kebutuhan nutrisi yang penting untuk pertumbuhan fisik dan perkembangan otak tidak terpenuhi secara optimal.
Dampak dari masalah makan yang berlangsung lama tidak hanya terlihat pada berat badan yang sulit bertambah. Anak dapat menjadi lebih mudah sakit, kurang fokus saat belajar, cepat lelah, dan mengalami hambatan dalam perkembangan bicara maupun kemampuan sosial. Bahkan dengan adanya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah, beberapa anak tetap kesulitan menikmati makanan yang disediakan karena masalah makan yang mendasarinya belum ditangani secara tepat.
Kabar baiknya, masalah makan pada anak dapat dibantu dengan pendekatan yang sesuai. Melalui terapi makan (feeding therapy), stimulasi tumbuh kembang, terapi sensorik, terapi perilaku, dan terapi wicara sesuai kebutuhan anak, banyak keluarga mulai melihat perubahan yang membahagiakan. Anak yang sebelumnya selalu menolak nasi mulai berani mencoba makanan baru. Anak yang hanya mau beberapa jenis makanan mulai memiliki pola makan yang lebih sehat dan beragam. Seiring waktu, berat badan mulai meningkat dan perkembangan anak menjadi lebih optimal.
Jika Ayah dan Bunda di Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, maupun Kalimantan Utara memiliki anak yang tidak mau makan nasi, berat badan sulit naik, picky eater, speech delay, autisme, ADHD, sulit fokus, atau mengalami keterlambatan tumbuh kembang lainnya, jangan menunggu sampai masalah semakin besar. Allia Kids siap membantu melalui program terapi dan stimulasi tumbuh kembang yang profesional dan berfokus pada kebutuhan setiap anak. Kunjungi Allia Kids untuk mendapatkan informasi dan konsultasi lebih lanjut. Karena setiap anak memiliki potensi luar biasa yang dapat berkembang optimal dengan pendampingan yang tepat sejak dini.

