IBHCenter

Indonesian Board of Hypnotherapy Official Website

  • Home
  • Blog
  • Member
    • Certified Hypnotist
    • Certified Hypnotherapist
    • Trainer
  • Jadwal Pelatihan
  • Renewal
  • login

The Emergent Mind

October 22, 2026 by Rifqah Ramdhana Jufri

Sebuah ulasan tentang The Emergent Mind karya Gaurav Suri dan Jay McClelland memuat satu kalimat yang bisa dibaca sebagai inti seluruh buku “our thoughts are patterns of activation over an ensemble of neurons in our brains.” Kalimat yang terdengar tenang padahal setiap katanya memuat keputusan filosofis yang mahal.

Pengantar penerbit memakai kata kerja yang lebih hati-hati daripada kalimat di atas yakni pengalaman sadar kita disebut sebagai puncak gunung es aktivitas otak yang dapat ditangkap dalam jaringan saraf tiruan. Ditangkap adalah kata kerja pemodelan. “Adalah” adalah kata kerja identitas. Selisih keduanya bukan soal gaya bahasa. Sebuah model yang mereproduksi perilaku tidak otomatis membuktikan bahwa mekanisme yang sama bekerja di dalam kepala, sebagaimana yang sudah lama diingatkan tradisi David Marr bahwa keluaran yang sama dapat lahir dari algoritma yang berbeda.

Ada pula sirkularitas yang patut dicatat. Jaringan semacam ini mula-mula dikembangkan sebagai model tentang diri kita, lalu menjadi mesin kecerdasan buatan saat ini. Bila keberhasilan rekayasa kini dipakai sebagai bukti bagi teori tentang otak, lingkarannya tertutup. Teknik yang lahir dari teori kemudian dipakai untuk mengonfirmasi teori itu. Keberhasilan insinyur belum otomatis kemenangan ilmuwan kognitif.

Ulasan Kirkus mencatat bahwa para penulis memilih model konekstionis ketimbang pandangan pemrosesan simbolik yang masih populer di sebagian bidang AI. Pembaca perlu ingat bahwa McClelland bukan pemandu netral dalam sengketa ini. Ia adalah salah satu pelakunya. Pada 1986 ia dan David Rumelhart mengajukan model jaringan untuk pembentukan kala lampau bahasa Inggris. Pinker dan Prince menyerangnya pada 1988 dan pada tahun yang sama Fodor dan Pylyshyn menuntut penjelasan mengapa orang yang mampu memikirkan “Ani mencintai Budi” otomatis mampu memikirkan “Budi mencintai Ani”. Tuntutan sistematisitas itu tidak pernah benar-benar hilang.

Bagi pembaca yang tertarik pada bahasa, pindahan itu menarik. Model bahasa besar hari ini memberi bobot empiris yang besar bagi kubu konekstionis. Namun pertanyaannya telah bergeser. Dahulu yang ditanyakan adalah apakah jaringan bisa menghasilkan bahasa. Kini yang ditanyakan adalah apakah ia menghasilkannya dengan cara yang sama seperti manusia. Fasih adalah data tentang keluaran bukan tentang mekanisme.

Menurut Kirkus, pandangan berbasis aktivasi ini menolak penjelasan perilaku lewat kesenangan, rasa sakit, atau preferensi. Penolakan semacam itu menggemakan tradisi materialisme eliminatif yang bersedia membuang kosakata sehari-hari tentang keinginan dan keyakinan sebagai teori yang keliru. Penjelasan pada satu tingkat tidak otomatis menghapus penjelasan pada tingkat lain. Langkah bidak catur dapat diterangkan oleh sirkuit pemain dan sama sahihnya oleh strateginya. Bila yang dibuang adalah strateginya, apa yang tersisa dari gagasan bahwa seseorang bertanggung jawab atas keputusannya?

Dan bila pengalaman sadar hanya puncak gunung es, pertanyaan yang tidak bisa dihindari adalah apakah puncak itu ikut menyebabkan sesuatu atau sekadar tampak. Buku yang menjanjikan jawaban baru atas pertanyaan tentang apa artinya menjadi sebuah pikiran berutang jawaban atas hal ini.

Emergensi, ide sentral buku ini adalah gagasan bahwa sistem kompleks dapat terbentuk dari interaksi bagian-bagian sederhana. Kirkus menyebut perumpamaannya sebagai sungai, tidak berada di satu bagian pun tetapi lahir dari aliran aktivitas yang kontinu dan tidak ada satu neuron pun yang “berpikir”. Sementara itu pengantar penerbit menegaskan bahwa para penulis tidak sedang mereduksi manusia menjadi mesin belaka.

Bila emergensinya lemah, yaitu sifat-sifat mental dapat diturunkan, setidaknya dalam prinsip, dari simulasi bagian-bagiannya, maka penegasan “bukan reduksi” lebih berfungsi sebagai penghibur retoris daripada klaim ilmiah. Bila emergensinya kuat, yaitu ada sesuatu yang benar-benar baru di tingkat atas, maka ambisi menjelaskan pikiran seluruhnya lewat jaringan tiruan menjadi tidak lengkap. Salah satunya harus mengalah adalah jaminan atau ambisinya.

Kritik ini tidak dimaksudkan menggugurkan buku itu. Ada hal yang patut dihargai. Buku ini menyatakan tesisnya dengan cukup telanjang sehingga ia bisa diserang dan itu syarat pertama sebuah gagasan ilmiah. Penulisnya juga memakai diagram, analogi dan dialog Sokratik imajiner untuk menguji pertanyaan-pertanyaan rumit. Yang perlu dijaga pembaca adalah kebiasaan kecil yang setiap kali menemukan kata adalah”dalam sebuah buku neurosains, tanyakan apakah yang ditawarkan identitas, korespondensi atau sekadar analogi yang berguna.

Filed Under: NLP for Hypnosis

In memoriam Yan Nurindra

Certified Instructor of The Month September-2026

Umi Susilowati, SST., M.Kes., CI IBH., CT NNLP
No Anggota: 12472

lihat Profile

//Artikel Terbaru

  • Dark Horse Abad Imajinasi
  • Sains Berbasis Prediksi
  • The Emergent Mind
  • Fantasi AI Neurolinguistik
  • KULTIVASI KHODAM AI RETAS AURA SELULER

//Jadwal Pelatihan

Basic Hypnotherapy

24-Oct-2026 - Bandung

Fx. Praptoharsoyo,CI,MT.NNLP

Detail

Basic Hypnotherapy

24-Oct-2026 - Aceh

Ilyas Afsoh

Detail

Advanced Hypnotherapy

24-Oct-2026 - Bandung

Deden Rizwan R, S. Pd. I, CI. IBH

Detail

Advanced Hypnotherapy

24-Oct-2026 - Bandar Lampung

Syaifulloh., S.I.P., M.M., CHt., CI., CM.NLP., CT. NLP., C.AIP., C. BM., C. DMP., CT. NLP

Detail

Jadwal Lengkap

// News

// Our Network

logo-nca logo-nnlp

// The Indonesian Board of Hypnotherapy

Kontak Whatsapp:  0811863198

© Copyright 2014 IBH Center · All Rights Reserved · Powered by Indonesia9 ·