IBHCenter

Indonesian Board of Hypnotherapy Official Website

  • Home
  • Blog
  • Member
    • Certified Hypnotist
    • Certified Hypnotherapist
    • Trainer
  • Jadwal Pelatihan
  • Renewal
  • login

Dikira Cuma Lem Pasif

July 17, 2026 by Rifqah Ramdhana Jufri

Ada satu fakta yang cukup lama mengganggu saya setiap kali membaca buku-buku neurosains populer hampir semuanya bercerita seolah otak hanya terdiri dari neuron. Padahal, kalau ditelusuri lebih jauh, neuron bukan satu-satunya penghuni otak bahkan bukan yang jumlahnya paling banyak. Ada populasi sel lain disebut glia, yang selama puluhan tahun dianggap sekadar "lem" penyangga sel figuran yang tugasnya cuma menopang neuron secara struktural, tidak lebih.

Saya mulai mempertanyakan narasi itu ketika membaca riset-riset dua dekade terakhir tentang salah satu jenis sel glia bernama astrosit. Ternyata sel ini jauh dari pasif. Astrosit aktif memantau dan bahkan ikut memodulasi sinapsis titik pertemuan antar neuron tempat sinyal saraf diteruskan. Ia bukan cuma penonton di pinggir lapangan, tapi lebih mirip wasit yang diam-diam mengatur jalannya permainan.

Yang membuat saya semakin tertarik astrosit disebut-sebut terlibat dalam proses memori dan tidur. Salah satu teori yang saya temukan menyebut sel ini berperan dalam sistem glymphatic semacam mekanisme "pembersihan" otak yang aktif terutama saat kita tidur, membuang produk sisa metabolisme yang menumpuk di jaringan saraf sepanjang hari. Kalau teori ini benar, tidur bukan cuma waktu istirahat bagi neuron, tapi juga waktu kerja bagi astrosit untuk membersihkan "sampah" di otak kita.

Semakin saya gali, semakin banyak spekulasi riset yang membuat saya berhenti sejenak untuk merenung. Beberapa penelitian menduga astrosit yang bermasalah mungkin ikut terlibat dalam gangguan mood seperti depresi, atau bahkan skizofrenia lewat jalur yang sejujurnya belum sepenuhnya dipahami. Saya kira ini menarik justru karena ketidaktahuannya: berbeda dari topik neurotransmitter yang sudah dibahas berulang-ulang, astrosit terasa seperti wilayah yang baru mulai dipetakan.

Semua ini membuat saya berpikir ulang tentang cara saya membayangkan otak selama ini. Kalau selama ini saya membayangkan kognisi sebagai jaringan neuron yang saling berkomunikasi lewat listrik dan kimia, mungkin gambaran itu tidak lengkap. Ada lapisan lain yang bekerja di baliknya diam, lambat, tidak seheboh neuron yang menyala dan memicu, tapi barangkali sama pentingnya dalam menentukan siapa saya, bagaimana saya mengingat, dan bagaimana saya tidur di malam hari.

Saya jadi bertanya pada diri sendiri berapa banyak lagi bagian dari "diri" saya yang selama ini saya kira remeh, padahal justru diam-diam ikut menentukan siapa saya sebenarnya?

 

 

 

Filed Under: NLP for Hypnosis

In memoriam Yan Nurindra

Certified Instructor of The Month July-2026

dr. Evan Sastria, M.H.Kes., MARS.,CI (IBH), CCH (NGH), MCH, CT.NLP(NNLP), CT.NLP(NFNLP), CPC (NFNLP)
No Anggota: 01779

lihat Profile

//Artikel Terbaru

  • MEKI RAHASIA INTI EKSEKUSI TANPA TERKECUALI
  • Kapan Psikiatri Akan Punya Biomarker Otak Seperti Alzheimer
  • Rekonstruksi Bukan Rekaman
  • Ilmuwan Temukan Cara Makan Ini Bisa Cegah Alzheimer
  • Hantu Freud yang Belum Pergi

//Jadwal Pelatihan

Advanced Hypnotherapy

13-Aug-2026 - Bandung

Deden Rizwan R, S. Pd. I, CI. IBH

Detail

Basic Hypnotherapy

13-Aug-2026 - Tangerang

Bernartdous Sugiharto, S.S.T, CH, CHt, CPHt, CMH, CI, C.ESTher, CT. MTH, CT. NLMOR, CT NNLP, CT. PBL, CT. HLC

Detail

Professional Hypnotherapy Workshop

13-Aug-2026 - Jakarta

DR.(H.C) ARIS BUDIMAN, CHt.,CPHt.,CMHt, CI, CMTHt.

Detail

Advanced Hypnotherapy

13-Aug-2026 - Bandung

R. Darmawan, Cht., CI, NGH, IBH

Detail

Jadwal Lengkap

// News

// Our Network

logo-nca logo-nnlp

// The Indonesian Board of Hypnotherapy

Plaza Basmar Lantai 3
Jl. Mampang Prapatan Raya 106 Jakarta Selatan
Whatsapp: 0813-8100-0981 (Mey)
IBH is managed by Integra

© Copyright 2014 IBH Center · All Rights Reserved · Powered by Indonesia9 ·