IBHCenter

Indonesian Board of Hypnotherapy Official Website

  • Home
  • Blog
  • Member
    • Certified Hypnotist
    • Certified Hypnotherapist
    • Trainer
  • Jadwal Pelatihan
  • Renewal
  • login

Awas Kecanduan, Waspadai Alarm Berbahaya Saat Otak Happy Dengan Gaya Literasi Baru

January 11, 2026 by Rifqah Ramdhana Jufri, M.Pd

Saat membaca buku karya Dr Joe Dispenza, banyak ketakjuban yang tidak bisa saya kendalikan dalam pikiran saya sehingga ruang kedua setelah imajinasi menjadi tempat tepat menyalurkannya, yah hegemoni ber literasi berangkat dari kesadaran melihat ilmu tidak untuk diri sendiri. Kali ini saya berbagi bagaimana literas menjadi semakin menarik dengan gaya neurolinguistic. 

Membangun literasi bukan sekadar mengajarkan anak mengeja huruf, melainkan "membangun sirkuit baru" di dalam otak. Fakta menariknya, manusia tidak terlahir dengan sirkuit membaca. Berbeda dengan kemampuan berbicara atau melihat yang bersifat instingtif, membaca adalah keterampilan yang harus "dibajak" oleh otak dari area lain.

1. Keajaiban Neuroplasticity, membangun "Jalur Cepat"
Saat anak belajar membaca, terjadi reorganisasi besar-besaran di belahan otak kiri. Area yang disebut Visual Word Form Area (VWFA) yang sering dijuluki sebagai "kotak surat otak mulai terbentuk". Area ini menghubungkan penglihatan (huruf) dengan suara (fonetik) dan makna (semantik)

Fakta Sainsnya, semakin sering anak terpapar buku, semakin tebal (lapisan lemak pelindung saraf) di jalur komunikasi otak mereka. Hal ini membuat pemrosesan informasi menjadi secepat kilat, seperti mengubah jalan dengan menghilangkan setapak-setapak yang sedikit mengganggu 

2. Teknik Berbasis Neurosains untuk Literasi Dini
Agar stimulasi berjalan optimal, kita harus bekerja sesuai dengan cara kerja otak anak. Berikut tekniknya:

A. Dialogic Reading (Membaca Interaktif)
Jangan hanya membacakan teks, tapi "berdialoglah" dengan buku tersebut. Otak anak lebih aktif ketika mereka terlibat secara verbal daripada hanya mendengarkan pasif.

Teknik PEER:

  • Prompt: Beri pancingan ("Ini gambar hewan apa?") anakku sayang ? Beri bonding aman saat proses dialog 
  • Evaluate: Evaluasi jawabannya ("Betul, itu gajah!"), yakin ? Pancing lebih dalam melatih area critical thinkingnya bekerja lebih dinamis 
  • Expand: Perluas kalimatnya ("Gajahnya besar dan punya belalai panjang")
  • Repeat: Minta anak mengulangi perluasan tersebut
  • Ulang sesuai kebutuhan namun hindari pemaksaan, baca setiap ekspresi anak dalam menjawab tiap tahapan 

B. Aktivasi Jalur Multisensori
Otak belajar lebih baik ketika melibatkan lebih dari satu indra. Saat anak belajar huruf 'B', biarkan mereka

  • Melihat bentuknya (Visual), 
  • Mendengar suaranya "beh" (Auditori).
  • Membentuk huruf tersebut di atas pasir atau tepung (Kinestetik/Taktil).

Ini menciptakan "jejak memori" yang lebih kuat di berbagai area otak sekaligus

C. Kekuatan Emosi dan Dopamin
Sistem limbik (pusat emosi) sangat dekat dengan pusat memori. Jika pengalaman membaca menyenangkan, otak akan melepaskan dopamin.
Teknik: Gunakan suara-suara lucu, ekspresi wajah yang dramatis, dan pelukan saat membaca. Ketika anak merasa bahagia, prefrontal cortex mereka terbuka lebar untuk menyerap informasi baru

3. Mengapa Literasi Harus Sedini Mungkin Dengan Tekhnik Sain Yang Sedikit Berbeda 
Jendela peluang emas (window of opportunity) terjadi pada usia 0-5 tahun, di mana otak membentuk hampir 1 juta koneksi saraf baru setiap detik.

Menunda literasi hingga sekolah dasar berarti melewatkan masa di mana otak sedang sangat "plastis" atau lentur. Literasi dini bukan berarti memaksa anak membaca buku teks, melainkan mengenalkan mereka pada kekayaan kosakat

Jumlah kosakata yang didengar anak pada usia 3 tahun adalah prediktor kuat kesuksesan akademik mereka di masa depan. Membangun otak literasi anak tidak harus selalu duduk tegak di depan meja belajar. Justru, cara terbaik adalah melalui "Micro-Moments" atau momen-momen kecil saat beraktivitas sehari-hari.
Nah yang ini poin praktis yang bisa diakukan tanpa perlu persiapan khusus, mari mencoba sekali lagi yah …
1. Di Dapur: "Labeling the World"
Saat memasak atau menyiapkan sarapan, ajak anak mengenali benda di sekitar sebagai simbol.

Praktek: Ambil kotak susu atau bungkus biskuit. Tunjuk huruf depannya

Kata-kata anda: "Lihat, ini huruf S… Susu. Suaranya ssshhh seperti ular. Coba raba hurufnya pakai jari kamu."

Efek ke Otak : Ini membangun koneksi taktil-visual. Otak merekam bentuk huruf bukan sebagai gambar mati, tapi sebagai sesuatu yang punya tekstur dan suara

2. Saat Perjalanan: "I Spy" (Detektif Huruf)
Gunakan papan reklame, lampu lalu lintas, atau plat nomor kendaraan sebagai media.

Praktek: Mainkan gim tebak huruf di jalan.

Kata-kata Anda: "Ayah lihat sesuatu yang warnanya merah dan ada huruf S-T-O-P. Bisa temukan di mana?"

Efek ke Otak: Melatih Visual Scanning. Anak belajar memisahkan informasi penting (huruf) dari latar belakang yang berantakan (pemandangan jalanan)

3. Waktu Mandi: "Buih Huruf"
Gunakan busa sabun atau mainan huruf tempel di dinding kamar mandi.

Praktek: Tulis inisial nama anak di dinding menggunakan busa.

Kata-kata anda: "Ini huruf A untuk Adi. Ayo kita siram hurufnya sampai hilang! Byuuur!"

Efek ke Otak: Menghubungkan literasi dengan Dopamin (kesenangan). Jika belajar terasa seperti bermain, otak anak akan lebih cepat menyerap informasi tanpa rasa tertekan

4. Sebelum Tidur: "Story Retelling" (Dongeng Terbalik)
Jangan hanya anda yang mendongeng, minta mereka menjadi "penulis" versinya sendiri

Praktek: Setelah membaca satu buku, tutup bukunya dan tanya satu hal konyol.

Kata-kata anda: "Tadi kan kancilnya menang, kalau seandainya tadi kancilnya malah ketiduran, kira-kira apa ya yang dilakukan kura-kura?"

Efek ke Otak: Mengaktifkan Prefrontal Cortex untuk imajinasi dan nalar logis. Ini melatih anak untuk tidak hanya menerima informasi secara pasif

5. Saat Berbelanja: "Misi Daftar Belanja"
Biarkan anak merasa memiliki peran penting dalam literasi fungsional.

Praktek: Berikan coretan kertas berisi gambar sederhana dan kata (misal: gambar apel dan tulisan 'APEL').

Kata-kata Anda: "Tolong bantu Ibu cari barang yang tulisannya diawali huruf A. Cari yang warnanya merah ya!"

Efek ke Otak: Membangun Working Memory. Anak harus mengingat instruksi, mencari simbol yang cocok, dan memproses target secara bersamaan.

One Point, aturan "10 Menit Ajaib" Khusu Balita
Otak balita memiliki rentang perhatian yang pendek. Jangan paksa mereka belajar selama 1 jam. Cukup lakukan interaksi-interaksi kecil di atas selama total 10 menit dalam sehari. Konsistensi jauh lebih efektif daripada durasi yang lama bagi pertumbuhan sinapsis otak.

Ceklist Literasi Harian (Metode Micro Moments)

1. Momen Sarapan (Eksplorasi Visual), sambil menyiapkan makanan, ajak anak menunjuk satu huruf besar pada kemasan makanan (seperti kotak susu atau sereal). Jelaskan bunyinya, bukan sekadar namanya (misal: "Ini huruf B, suaranya be-be-be seperti burung"). Ini mengaktifkan jalur visual-auditori di otak secara bersamaan

2. Momen Perjalanan atau Bermain (Detektif Huruf): Ubah lingkungan sekitar menjadi arena permainan. Minta anak mencari huruf tertentu di papan jalan atau poster. Kegiatan ini sangat baik untuk melatih kemampuan pemindaian visual (visual scanning) yang krusial bagi kemampuan membaca cepat di masa depan

3. Momen Sore atau Mandi (Stimulasi Taktil): Gunakan media kreatif seperti busa sabun atau menggambar huruf di punggung anak dengan jari. Melibatkan indra peraba membuat "jejak memori" di otak menjadi jauh lebih kuat dan permanen dibandingkan hanya melihat di atas kertas

4. Momen Sebelum Tidur (Nalar Kritis): Setelah membacakan buku, jangan langsung tidur. Ajukan pertanyaan "andai saja" (misal: "Bagaimana kalau tadi pahlawannya tidak punya pedang?"). Cara ini menstimulasi Prefrontal Cortex anak untuk berpikir logis, kreatif, dan melatih pemahaman konten secara mendalam

I invite you to spectacular collaboration 
Find me in contact +62 819-3822-9535

 

 

Filed Under: Hypnosis in Parenting

In memoriam Yan Nurindra

Certified Instructor of The Month December-2025

dr. Evan Sastria, M.H.Kes., MARS.,CI (IBH), CCH (NGH), MCH, CT.NLP(NNLP), CT.NLP(NFNLP), CPC (NFNLP)
No Anggota: 01779

lihat Profile

//Artikel Terbaru

  • Perceraian Neurologis Ala Dr Joe Dispenza
  • Awas Kecanduan, Waspadai Alarm Berbahaya Saat Otak Happy Dengan Gaya Literasi Baru
  • Hafalan Bukan Hanya Soal Mengulang
  • Ketika Hipnoterapi Hadir di Daerah
  • Mens Rea: Anatomi Kemarahan Kolektif dan “Penyakit” Kognitif Elit, Kenapa Harus Marah ?

//Jadwal Pelatihan

Advanced Hypnotherapy

13-Jan-2026 - Surabaya

Ilyas Afsoh

Detail

Basic Hypnotherapy

13-Jan-2026 - Jakarta

DR.(H.C) ARIS BUDIMAN, CHt.,CPHt.,CMHt, CI, CMTHt.

Detail

Advanced Hypnotherapy

13-Jan-2026 - Tangerang

Bernartdous Sugiharto, S.S.T, CH, CHt, CPHt, CMH, CI, C.ESTher, CT. MTH, CT. NLMOR, CT NNLP, CT. PBL, CT. HLC

Detail

Advanced Hypnotherapy

14-Jan-2026 - Surabaya

Ilyas Afsoh

Detail

Jadwal Lengkap

// News

// Our Network

logo-nca logo-nnlp

// The Indonesian Board of Hypnotherapy

Plaza Basmar Lantai 3
Jl. Mampang Prapatan Raya 106 Jakarta Selatan
Whatsapp: 0813-8100-0981 (Mey)
IBH is managed by Integra

© Copyright 2014 IBH Center · All Rights Reserved · Powered by Indonesia9 ·