Profile
Saya adalah seorang Dosen dengan fokus keahlian di bidang Pendidikan Bimbingan dan Konseling (BK). Berbekal latar belakang pendidikan yang kuat dalam ilmu bimbingan dan konseling, saya berdedikasi untuk membentuk calon-calon pendidik profesional yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki kepekaan mendalam terhadap dinamika perkembangan peserta didik. Di lingkungan akademik, saya aktif mengampu mata kuliah seperti, Perkembangan Peserta Didik, kesulitan belajar, serta berbagai topik spesialisasi lain yang menunjang keahlian konseling di berbagai latar (sekolah, komunitas, dan organisasi).
Topik riset utama saya berpusat pada area krusial, yaitu Kesehatan Mental Remaja (KMR). Saya sangat meyakini bahwa masa remaja adalah periode kritis yang menentukan kualitas hidup di masa depan, dan tantangan kesehatan mental di usia ini seringkali terabaikan atau distigmatisasi. Oleh karena itu, penelitian-penelitian yang saya lakukan berfokus pada identifikasi faktor risiko dan protektif, pengembangan model intervensi konseling yang efektif dan berbasis budaya, serta pengujian program promotif dan preventif untuk meningkatkan resiliensi dan kesejahteraan psikologis remaja di Indonesia. Beberapa topik spesifik yang sedang saya eksplorasi meliputi dampak hatred terhadap kesehatan mental remaja, efektivitas bibliokonseling digital, dan menggali nilai-nilai kearifan lokal untuk diaplikasikan dalam treatment bantuan pada konseli. Saya secara konsisten berupaya untuk menerjemahkan temuan riset ini menjadi praktik konseling yang aplikatif dan relevan, sehingga memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan kurikulum BK dan layanan konseling di sekolah. Saya telah mempublikasikan beberapa karya ilmiah di jurnal nasional terakreditasi dan internasional bereputasi serta aktif berpartisipasi dalam konferensi internasional untuk berbagi hasil penelitian.
Namun, hidup bukan hanya tentang teori dan penelitian di balik meja. Di luar kampus dan laboratorium riset, saya adalah seorang penjelajah yang antusias. Saya sangat menyukai travelling dan berprinsip bahwa setiap perjalanan adalah kesempatan emas untuk belajar. Saya percaya bahwa melihat dunia secara langsung, mengunjungi tempat-tempat baru, bertemu orang-orang dari latar belakang budaya yang berbeda, dan menyaksikan keindahan alam yang beragam, adalah bentuk 'kuliah lapangan' terbaik yang memperkaya perspektif, mengasah empati, dan membuka cakrawala berpikir. Pengalaman travelling ini secara tidak langsung turut mewarnai pendekatan saya dalam konseling, menjadikan saya lebih holistik dan peka terhadap isu-isu lintas budaya yang dihadapi klien. Selain itu, saya memiliki semangat yang tinggi untuk mencoba hal baru. Baik itu mencoba resep masakan etnis yang belum pernah saya buat, mempelajari bahasa asing dasar, mengikuti kursus keterampilan non-akademik, hingga mendaki gunung; setiap tantangan baru adalah cara saya untuk keluar dari zona nyaman, mendorong batas kemampuan diri, dan menjaga pikiran tetap adaptif dan fleksibel. Perpaduan antara kedalaman ilmu akademis di bidang Bimbingan dan Konseling serta jiwa eksploratif ini menjadikan saya pribadi yang selalu haus akan pengetahuan dan siap untuk terus bertumbuh, baik sebagai pendidik, peneliti, maupun indindividu.


