Profile
Abdul Gani, M.Hum., CCP., C.H. adalah seorang akademisi, praktisi, sekaligus konselor kesehatan mental yang saat ini berkiprah di Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong dan Ruang Asa Psikocenter. Latar belakang pendidikannya dalam bidang Pendidikan Agama Islam serta ketertarikannya pada dunia psikologi praktis menjadikan dirinya figur yang unik, karena mampu menjembatani dimensi spiritual, intelektual, dan psikologis dalam praktik akademik maupun pelayanan konseling.
Sejak awal perjalanan kariernya, Abdul Gani menunjukkan dedikasi yang kuat terhadap dunia pendidikan dan pemberdayaan manusia. Sebagai dosen di Program Studi Pendidikan Agama Islam, ia bukan hanya mengajarkan materi keislaman yang bersifat teoretis, tetapi juga membimbing mahasiswa agar memiliki kepekaan terhadap persoalan psikologis dan sosial. Baginya, pendidikan agama tidak boleh berhenti pada tataran kognitif semata, melainkan harus menyentuh sisi afektif dan psikomotorik. Oleh karena itu, pendekatan yang ia gunakan selalu menekankan pada pembentukan karakter, pengelolaan emosi, serta penguatan nilai spiritual yang selaras dengan realitas kehidupan sehari-hari.
Selain aktif di kampus, Abdul Gani juga mendirikan sekaligus berpraktik di Ruang Asa Psikocenter, sebuah klinik layanan kesehatan mental yang hadir untuk masyarakat Sorong dan sekitarnya. Klinik ini berfokus pada penanganan berbagai persoalan psikologis, mulai dari kecemasan, depresi, trauma, hingga permasalahan keluarga dan pengembangan diri. Dalam praktiknya, ia mengintegrasikan pendekatan konseling klasik dengan teknik-teknik modern seperti hipnosis, hipnoterapi, dan Neuro Linguistic Programming (NLP). Kombinasi ini membuat proses konseling menjadi lebih komprehensif, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan klien.
Komitmen Abdul Gani dalam mengembangkan kapasitas dirinya ditunjukkan melalui berbagai sertifikasi profesional yang telah ia tempuh. Pada Agustus 2025, ia resmi mendapatkan lisensi sebagai Certified Hypnotist (C.H.) dari Indonesian Board of Hypnotherapy (IBH). Sertifikasi ini menandakan bahwa ia memiliki kompetensi dan legalitas dalam melakukan praktik hipnosis secara etis dan profesional. Sebelumnya, ia juga meraih gelar sebagai Certified Counselor Professional (CCP.), sebuah pengakuan resmi terhadap kemampuannya dalam melakukan konseling berbasis standar internasional.
Tidak berhenti di situ, Abdul Gani juga sedang mendalami program Neuro Linguistic Programming (NLP), sebuah pendekatan yang berfokus pada hubungan antara bahasa, pikiran, dan perilaku manusia. NLP memberikan kerangka kerja untuk memahami bagaimana pola pikir seseorang terbentuk, serta bagaimana cara merekonstruksi pola tersebut agar lebih produktif dan sehat. Baginya, penguasaan NLP akan memperkaya metodologi konseling yang selama ini ia jalankan, sehingga mampu memberikan pelayanan yang lebih solutif kepada klien. Pada September 2025 mendatang, ia berencana menuntaskan program Hypnotherapist, sebuah langkah lanjutan yang akan semakin memperkuat posisinya sebagai praktisi kesehatan mental profesional.
Di balik semua kiprahnya, Abdul Gani memiliki visi besar: menghadirkan ruang aman bagi setiap individu yang ingin menemukan kembali dirinya, membangun kepercayaan diri, serta mengatasi beban psikologis yang menghambat pertumbuhan. Melalui Ruang Asa Psikocenter, ia berusaha memberikan pelayanan yang holistik—menggabungkan pendekatan spiritual, akademis, dan psikologis—agar setiap klien merasa dipahami, diterima, dan didorong untuk berkembang.
Pengalaman berinteraksi dengan mahasiswa, masyarakat, dan klien konseling memperkaya cara pandangnya tentang kehidupan. Ia menyadari bahwa masalah mental bukan sekadar persoalan pribadi, melainkan terkait erat dengan pola asuh, budaya, lingkungan sosial, bahkan kondisi spiritual seseorang. Oleh karena itu, setiap sesi konseling yang ia lakukan tidak hanya diarahkan pada pemecahan masalah instan, tetapi juga membantu klien membangun kesadaran diri, pola pikir sehat, dan strategi jangka panjang untuk menghadapi tantangan hidup.
Sebagai seorang akademisi, ia sering mengaitkan teori-teori pendidikan dan psikologi dengan nilai-nilai Islam. Ia percaya bahwa kesejahteraan mental dapat dicapai jika seseorang mampu menyeimbangkan aspek ruhani, akal, dan fisik. Prinsip inilah yang menjadikan gaya konseling Abdul Gani berbeda dengan kebanyakan praktisi lain, karena ia tidak hanya berbicara tentang teknik, melainkan juga menghubungkan setiap proses penyembuhan dengan makna hidup yang lebih mendalam.
Di lingkungan kampus, Abdul Gani dikenal sebagai dosen yang dekat dengan mahasiswa. Ia sering menjadi tempat curhat mahasiswa yang mengalami kesulitan belajar, konflik keluarga, maupun masalah pribadi. Dengan keterampilan konseling yang ia miliki, banyak mahasiswa merasa terbantu dan mampu menemukan kembali semangatnya. Kehadirannya di dunia akademik menjadi pengingat bahwa peran seorang dosen tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga mendampingi mahasiswa dalam perjalanan hidupnya.
Dengan berbagai peran yang ia jalani, Abdul Gani merepresentasikan sosok akademisi sekaligus praktisi yang senantiasa belajar dan berkembang. Ia tidak berhenti pada pencapaian yang sudah diraih, melainkan terus menambah ilmu, sertifikasi, dan pengalaman untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Perjalanannya menunjukkan bahwa kesehatan mental adalah bidang yang dinamis, membutuhkan keterbukaan, inovasi, dan pengabdian yang tulus.
Ke depan, ia berharap Ruang Asa Psikocenter dapat berkembang menjadi pusat layanan psikologi yang lebih luas, tidak hanya menangani individu, tetapi juga keluarga, komunitas, hingga lembaga pendidikan. Abdul Gani percaya bahwa dengan kolaborasi lintas bidang, kesehatan mental masyarakat Indonesia dapat lebih diperhatikan dan ditangani dengan serius. Ia juga bermimpi melahirkan generasi baru konselor dan praktisi mental yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga memiliki kepekaan spiritual dan sosial.
Melalui kiprah dan komitmennya, Abdul Gani menjadi contoh nyata bagaimana seorang akademisi bisa bertransformasi menjadi praktisi yang berdampak luas. Ia meneguhkan pesan bahwa ilmu tidak seharusnya berhenti di ruang kelas, melainkan harus diimplementasikan untuk memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Dengan perpaduan keilmuan, keterampilan konseling, dan nilai spiritual, Abdul Gani terus menapaki jalan pengabdian yang bertujuan menghadirkan kesejahteraan, kedamaian, dan harapan bagi setiap individu yang ia dampingi.


