IBHCenter

Indonesian Board of Hypnotherapy Official Website

  • Home
  • Blog
  • Member
    • Certified Hypnotist
    • Certified Hypnotherapist
    • Trainer
  • Jadwal Pelatihan
  • Renewal
  • login

Melampaui Ambang Batas

January 25, 2026 by Rifqah Ramdhana Jufri, M.Pd

Seni Menciptakan "Zona Aman Baru" melalui Transformasi Biologis

Banyak orang terjebak dalam lingkaran kehidupan yang stagnan bukan karena mereka tidak ingin berubah, melainkan karena mereka takut akan "ketidaktahuan". Dalam analisis Dr. Joe Dispenza, apa yang kita sebut sebagai zona Nyaman sering kali bukanlah tempat yang membahagiakan, melainkan sebuah "ketidaknyamanan yang akrab". Untuk keluar dari sana dan menciptakan zona yang benar-benar aman, kita harus siap menghadapi proses yang lambat dan konflik internal yang tak terelakkan.

Zona Nyaman. Penjara Kimiawi Masa Lalu

Secara neurologis, zona nyaman adalah kumpulan pikiran, perilaku, dan emosi yang telah terprogram secara otomatis di otak kita. Dr. Joe menjelaskan bahwa saat kita merasa nyaman dalam kecemasan atau stres, itu karena tubuh kita telah menjadi "pecandu" terhadap hormon-hormon tersebut.

Keluar dari zona ini berarti kita sedang mencoba memutus kecanduan kimiawi tubuh. Inilah sebabnya mengapa perubahan terasa sangat berat tubuh sedang mengalami "gejala putus zat" karena tidak lagi menerima dosis emosi negatif yang biasa ia konsumsi.

Konflik sebagai Kompas, Bukan Penghalang

Ketika manusia memutuskan untuk berubah misalnya, menjadi lebih tenang atau percaya diri tubuh akan segera melakukan pemberontakan. Muncul suara-suara di kepala seperti: "Ini tidak akan berhasil," "Kamu terlalu lelah," atau "Kenapa harus repot-repot?"

Dalam perspektif Dispenza, konflik ini adalah tanda keberhasilan. Ini adalah titik di mana manusia sedang berhadapan dengan "diri Lama". Konflik internal ini bukan hambatan untuk berhenti, melainkan tantangan yang menandakan bahwa manusia sedang berada di garis perbatasan antara masa lalu yang dapat diprediksi dan masa depan yang penuh potensi. Mengatasi konflik ini adalah kunci untuk melatih tubuh agar tunduk pada pikiran sadar 

Kekuatan Proses yang Lambat (The Power of Small Wins)

Kita hidup di era instan, namun biologi manusia bekerja dengan cara yang berbeda. Menciptakan zona aman yang baru membutuhkan proses yang lambat karena melibatkan dua hal besar, mari kita lihat ..

Unlearning: Memutuskan sirkuit saraf lama yang sudah bertahun-tahun terbentuk.

Relearning: Menanamkan benih pemikiran baru dan membiarkannya tumbuh melalui pengulangan.

Dr. Joe menekankan pentingnya konsistensi harian. Melalui perenungan atau istilah meditasi dan visualisasi, manusia secara perlahan mengajarkan tubuh untuk merasakan emosi masa depan (seperti rasa syukur dan damai) sebelum kejadian itu benar-benar terjadi. Ini adalah proses "pematangan" saraf yang tidak bisa dipaksakan dalam satu malam.

Membangun "Zona Aman" yang Sejati

Zona aman yang baru bukanlah tempat di mana tidak ada masalah sama sekali, melainkan sebuah kondisi keberadaan (State of Being) di mana manusia tidak lagi reaktif terhadap lingkungan.

Jika zona nyaman lama didasarkan pada ketakutan dan pertahanan diri (survival), maka zona aman baru didasarkan pada koherensi. Ini adalah kondisi di mana jantung dan otak manusia bekerja secara sinkron. Di sini, keamanan tidak lagi bergantung pada validasi orang lain atau saldo bank, tetapi pada ketenangan internal yang dibangun dengan susah payah melalui proses perubahan tersebut.

Keluar dari zona nyaman adalah tindakan keberanian biologis. Meski prosesnya terasa lambat dan penuh dengan gesekan emosional, setiap langkah kecil yang manusia ambil adalah investasi untuk menciptakan diri yang baru. Seperti yang sering dikatakan Dr. Joe, "Cara terbaik untuk memprediksi masa depan adalah dengan menciptakannya." Jangan takut pada konflik, iramanya memang sedikit lebih berisik dari kebiasaan tenang biasanya yang kita lalui namun inilah kenikmatan nya yang berbeda, peluklah ia sebagai proses "melahirkan" versi terbaik dari diri 

Tekhnik Menenangkan Pemberontakan Tubuh (5 Menit)

Menit 1: Kesadaran Ruang (Sinking In)

Duduk tegak, tutup mata. Fokuskan perhatian pada ruang di sekitar tubuh 

Tujuannya: Mengalihkan otak dari gelombang Beta (analitis/stres) ke gelombang Alpha (relaksasi).

Rasakan ruang yang ditempati oleh kepala, bahu dan dada. Biarkan tubuh menyadari bahwa saat ini tidak ada ancaman fisik yang nyata.

Menit 2: Mengenali Suara "Diri Lama"

Biarkan pikiran-pikiran negatif atau hambatan yang muncul (seperti "Saya tidak bisa," "Ini sulit," "Saya lelah") hadir di depan 

Jangan melawannya. Cukup amati suara itu sebagai sebuah program komputer lama.

Katakan dalam hati: "Saya melihatmu, tapi itu bukan lagi saya." Ini adalah langkah untuk memisahkan kesadaran diri dari identitas lama.

Menit 3: Menciptakan "Garis Batas" (The Void)

Tarik napas dalam-dalam, tahan sejenak, dan buang napas perlahan.

Bayangkan diri sedang berdiri di antara masa lalu (yang sudah akrab) dan masa depan (yang belum diketahui).

Putuskan bahwa di menit ini, saya tidak akan menjadi "siapa-siapa" (bukan nama anda, bukan pekerjaan anda, bukan masalah anda). Diri hanyalah kesadaran murni.

Menit 4: Mengajarkan Tubuh "Rasa Aman Baru"

Sekarang, pilih satu emosi yang ingin di miliki di "Zona Aman Baru" (misalnya: Ketenangan atau Keberanian).

Bangkitkan perasaan itu di dalam dada sekarang juga. Jangan menunggu sesuatu terjadi untuk merasa tenang, ciptakan perasaan tenang itu terlebih dahulu.

Biarkan setiap sel tubuh merasakan energi ini. Dr. Joe menyebutnya sebagai "memberi sinyal pada gen secara epigenetik."

Menit 5: Mengunci Identitas Baru

Katakan pada diri sendiri: "Ini adalah rumah baru saya."

Rasakan rasa syukur yang mendalam karena diri telah berhasil melewati konflik internal selama beberapa menit ini.

Tersenyumlah sedikit, rasakan jantung yang selaras dengan pikiran (Koherensi), lalu buka mata 

Lakukan ini setiap pagi sebelum mengecek ponsel. Dengan melakukannya, diri sedang "menginstal" perangkat lunak baru ke dalam otak sebelum dunia luar mulai menuntut energi diri kembali ke mode bertahan hidup.

Selamat berlatih, sekali lagi kuncinya pada konsistensi

I invite you to a spectacular collaboration

Find me in contact +62 819-3822-9535 – rifqah.ramdhana18@gmail.com

Filed Under: NLP for Hypnosis

In memoriam Yan Nurindra

Certified Instructor of The Month December-2025

dr. Evan Sastria, M.H.Kes., MARS.,CI (IBH), CCH (NGH), MCH, CT.NLP(NNLP), CT.NLP(NFNLP), CPC (NFNLP)
No Anggota: 01779

lihat Profile

//Artikel Terbaru

  • Bagaimana Cara Menerima Masa Lalu?
  • Melampaui Ambang Batas
  • Membongkar Penjara Adiksi dengan Hipnoterapi
  • Peran Kontrol Fenomenologis dalam Respons Subjek terhadap Sugesti
  • Sang Mawar di Balik Badai

//Jadwal Pelatihan

Professional Hypnotherapy Workshop

25-Jan-2026 - Depok

DR.(H.C) ARIS BUDIMAN, CHt.,CPHt.,CMHt, CI, CMTHt.

Detail

Advanced Hypnotherapy

25-Jan-2026 - Tangerang

Bernartdous Sugiharto, S.S.T, CH, CHt, CPHt, CMH, CI, C.ESTher, CT. MTH, CT. NLMOR, CT NNLP, CT. PBL, CT. HLC

Detail

Advanced Hypnotherapy

25-Jan-2026 - Jakarta

Ilyas Afsoh

Detail

Advanced Hypnotherapy

25-Jan-2026 - Bandung

Fx. Praptoharsoyo,CI,MT.NNLP

Detail

Jadwal Lengkap

// News

// Our Network

logo-nca logo-nnlp

// The Indonesian Board of Hypnotherapy

Plaza Basmar Lantai 3
Jl. Mampang Prapatan Raya 106 Jakarta Selatan
Whatsapp: 0813-8100-0981 (Mey)
IBH is managed by Integra

© Copyright 2014 IBH Center · All Rights Reserved · Powered by Indonesia9 ·