Purwakarta – Pernah gak kamu melihat seseorang yang tiba-tiba diam membeku, tidak merespons, atau melakukan gerakan berulang tanpa tujuan? Itu mungkin adalah catatonia.
Catatonia merupakan sebuah kondisi yang membuat seseorang terjebak dalam keheningan atau gerakan yang tidak biasa. Dalam dunia Hypnotherapy, Catatonia bukan sekadar gejala fisik, tapi juga cerminan dari pergolakan batin yang mendalam.
Mengenal Catatonia
Catatonia adalah kondisi di mana seseorang mengalami gangguan motorik, seperti diam membeku (stupor), gerakan berulang, atau bahkan hiperaktif tanpa tujuan.
Kondisi ini sering dikaitkan dengan gangguan mental seperti skizofrenia, depresi berat, atau gangguan bipolar. Namun, catatonia juga bisa muncul karena kondisi medis tertentu.
Gejala Catatonia yang Perlu Diwaspadai
1. Diam Membeku (Stupor)
Seseorang mungkin diam seperti patung, tidak merespons lingkungan sekitarnya.
2. Gerakan Berulang
Misalnya, mengulang kata-kata orang lain (ekolalia) atau gerakan tanpa tujuan.
3. Hiperaktif Tanpa Tujuan
Terkadang, catatonia juga bisa ditandai dengan gerakan berlebihan yang tidak terkendali.
Kisah Rudi yang Terjebak dalam Diam
Studi kasus! Rudi adalah seorang pemuda berusia 25 tahun yang tiba-tiba diam membeku setelah mengalami tekanan emosional yang berat.
Keluarganya panik dan membawanya ke dokter. Setelah didiagnosis mengalami catatonia, Rudi menjalani terapi dan perawatan medis.
Sebagai bagian dari terapinya, terapis menggunakan teknik hypnotherapy untuk membantu Rudi mengungkap emosi yang terpendam. Perlahan-lahan, Rudi mulai merespons dan menunjukkan tanda-tanda pemulihan.
Dia mulai berbicara lagi dan perlahan-lahan kembali ke kehidupan normal. Kisah Rudi mengajarkan kita bahwa di balik keheningan catatonia, ada harapan untuk sembuh.
Bagaimana Menghadapi Catatonia?
- Cari Bantuan Profesional
Jika kamu atau orang terdekatmu menunjukkan gejala catatonia, segera cari bantuan medis. Dokter atau psikiater dapat memberikan diagnosis dan perawatan yang tepat.
- Terapi dan Dukungan Emosional
Terapi seperti hypnotherapy atau psikoterapi bisa membantu mengungkap akar masalah emosional yang mungkin menjadi pemicu catatonia.
- Dukungan Keluarga
Dukungan dari orang terdekat sangat penting dalam proses pemulihan. Bersabarlah dan berikan rasa aman bagi mereka yang mengalami catatonia.
Bukan Akhir, Tapi Awal Pemulihan
Catatonia mungkin terlihat menakutkan, tapi ini bukan akhir dari segalanya. Dengan perawatan yang tepat dan dukungan emosional, seseorang bisa pulih dan kembali menjalani hidup yang bermakna.
Di balik keheningan catatonia, ada harapan untuk sembuh. Dengan perawatan yang tepat dan dukungan penuh, setiap orang bisa menemukan kembali suaranya.
Mulailah hari ini, karena setiap langkah kecil adalah awal dari pemulihan yang lebih besar. Bagikan pengalaman berhargamu bersama hypnotherapist yang berpengalaman dan profesional.
Narahubung Yodi Supriyadi
Referensi
Fink, M., & Taylor, M. A. (2009). Catatonia: A Clinician's Guide to Diagnosis and Treatment.

