Bagaimana Cara Menerima Masa Lalu?
Oleh : Iwan Saputra, ST., CHt | Certiifed Hypnotherapist & Owner Rumah Konseling dan Hipnoterapi
Seni Berdamai dengan Diri Sendiri
Banyak orang terjebak bukan karena masa depan, tetapi karena masa lalu. Bukan karena kejadian itu sendiri, melainkan karena emosi yang belum selesai: penyesalan, kemarahan, rasa bersalah, atau kecewa. Secara psikologis, masa lalu yang belum diterima akan terus hidup di dalam pikiran bawah sadar, memengaruhi cara seseorang berpikir, merasa, dan bertindak di hari ini.
Menerima masa lalu bukan berarti melupakan, apalagi membenarkan hal buruk yang pernah terjadi. Menerima berarti berhenti melawan kenyataan dan mulai mengolah makna dari pengalaman tersebut. Inilah titik awal dari proses healing yang sesungguhnya.
Mengapa Masa Lalu Sulit Diterima?
Otak manusia tidak membedakan waktu antara memori emosional dan kejadian nyata. Saat seseorang mengingat peristiwa traumatis dengan emosi yang kuat, tubuh dan pikiran merespons seolah-olah peristiwa itu sedang terjadi sekarang. Inilah sebabnya luka lama masih terasa “nyata”.
Di bawah sadar, biasanya masih tersimpan:
-
Emosi tertahan (marah, sedih, takut, kecewa)
-
Dialog batin: “Seandainya dulu aku…”
-
Keyakinan negatif tentang diri: “Aku gagal, aku korban, aku tidak cukup baik.”
Selama emosi dan makna ini belum diolah, masa lalu akan terus mengikat seseorang.
Prinsip Utama Menerima Masa Lalu
Menerima masa lalu bukan tentang menghapus memori, tetapi tentang:
-
Melepaskan emosi yang melekat
-
Mengubah makna kejadian
-
Memperbarui identitas diri
Dengan kata lain, yang disembuhkan bukan peristiwanya, tapi respon emosional dan makna di dalam diri.
Lima Langkah Praktis Menerima Masa Lalu
1. Akui dan Terima Realitas
Langkah pertama adalah berhenti menyangkal.
Katakan pada diri sendiri:
“Ini memang terjadi, dan aku tidak bisa mengubahnya.”
Perlawanan terhadap kenyataan hanya akan memperpanjang penderitaan.
2. Izinkan Emosi Keluar
Emosi yang dipendam tidak pernah hilang, hanya tersimpan.
Izinkan diri untuk:
-
Menangis
-
Menulis perasaan
-
Berbicara dengan orang tepercaya
-
Menarik napas dalam dan merasakan emosi tanpa menghakimi
Emosi yang dirasakan sepenuhnya akan lebih mudah dilepaskan.
3. Ubah Makna (Reframing)
Setiap peristiwa membawa pelajaran.
Tanyakan:
-
Apa yang bisa aku pelajari?
-
Dalam hal apa aku menjadi lebih kuat?
Saat makna berubah, luka berubah menjadi kebijaksanaan.
4. Memaafkan
Memaafkan bukan berarti melupakan, tapi melepaskan beban emosional.
Bukan demi orang lain, melainkan demi kesehatan mental dan ketenangan diri sendiri.
Memaafkan = memutus ikatan emosional dengan masa lalu.
5. Perbarui Identitas Diri
Ini langkah paling dalam.
Bukan lagi:
“Aku adalah korban masa lalu.”
Tetapi:
“Aku adalah pribadi yang tumbuh dari pengalaman hidup.”
Saat identitas berubah, bawah sadar ikut berubah.
Perspektif Hipnoterapi
Dalam hipnoterapi, masa lalu dipahami sebagai memori yang menyimpan emosi. Healing terjadi ketika emosi tersebut dinetralisir, bukan dihapus. Proses ini disebut sebagai emotional release dan reframing, yaitu mengubah respon bawah sadar terhadap peristiwa lama.
Ketika makna berubah, reaksi otomatis pun berubah. Inilah yang membuat seseorang merasa lebih ringan, tenang, dan bebas.
Afirmasi untuk Proses Healing
Afirmasi sederhana yang bisa dilatih setiap hari:
“Aku menerima masa laluku.
Aku belajar darinya.
Aku melepaskan emosinya.
Aku memilih hidup utuh hari ini.”

