Purwakarta – Pernah nggak tiba-tiba bad mood tanpa tahu kenapa? Padahal udah cari-cari penyebabnya, tapi tetep aja gak ketemu. Kok bisa, ya? Yuk, kita bahas bareng-bareng!
Bayangin deh, kamu lagi punya hari yang sempurna. Bangun pagi dengan perasaan senang, jalanan lancar, sampai di kantor atau kampus pun semuanya berjalan mulus. Rekan-rekan pada asik, bahkan kamu dapet pujian dari atasan atau dosen. Pokoknya, hari itu bener-bener oke banget!
Tapi, tiba-tiba ada telepon masuk. Rekan dekat kamu nelpon, dan dia lagi ada masalah berat. Usahanya hancur, ditipu orang, bahkan keluarga dan teman-teman dekatnya mulai menjauh
Dia curhat panjang lebar selama kurang lebih 30 menit, dan kamu cuma bisa dengerin sambil berusaha menenangkannya. Kamu nggak punya solusi, tapi berusaha buat bikin dia merasa lebih baik.
Setelah telepon selesai, kamu sadar tiba-tiba perasaan kamu jadi nggak enak. Bad mood, depresi, bahkan moody sama hal-hal kecil. Sampe di rumah pun, kamu nggak nafsu makan dan susah tidur, padahal badan udah capek banget. Apa yang terjadi? Padahal tadi pagi semuanya baik-baik aja, kan?
Empati
Kekuatan yang Bisa Jadi Bumerang
Sebagai manusia, kita punya kemampuan alami buat menyerap emosi dari lingkungan sekitar. Apa yang kita lihat, dengar, dan alami bisa memengaruhi mood kita tanpa kita sadari.
Pernah nangis waktu nonton film sedih? Atau tiba-tiba ikut senyum atau tertawa waktu liat orang lain tertawa? Nah, itu contohnya!
Nah, dalam kasus tadi, kamu menyerap emosi negatif dari rekan kamu yang lagi curhat. 30 menit itu cukup lama buat pikiran bawah sadar kamu merekam semua hal negatif itu, sampe akhirnya bikin kamu bad mood bahkan depresi.
Emosi Itu Bukan Milik Kita
Kita harus sadar, emosi negatif yang kita rasain itu bukan milik kita. Bukan kita yang bikin, dan nggak seharusnya kita yang ngerasain. Tapi, seberapa sering sih emosi negatif orang lain memengaruhi kita?
Coba deh inget-inget!
- Seberapa sering kamu baca berita atau konten negatif di media sosial?
- Berapa banyak grup chat yang isinya cuma keluh kesah dan sumpah serapah?
- Apakah lingkungan terdekat kamu dipenuhi orang-orang yang selalu ngomongin masalah tanpa cari solusi?
Empati itu baik, tapi nggak semua empati bawa dampak positif buat kita. Kita perlu sadar, emosi yang kita rasain itu nggak selalu milik kita.
Mari Kita Atasi
Bentengi Pikiran Bawah Sadar
Mulai sekarang, coba deh lebih aware sama emosi yang kamu rasain. Sadari bahwa nggak semua emosi itu milik kita.
Berusaha menghindari hal-hal negatif dari lingkungan dan mulai cari lingkungan yang lebih positif bisa bantu kamu ngurangin mood swing.
Kesadaran adalah kuncinya. Kamu punya kekuatan buat memilih emosi mana yang mau kamu simpan dan mana yang mau kamu buang. Jadilah raja bagi pikiranmu sendiri!
Jadi, bad mood tiba-tiba? Bisa jadi kamu terlalu empati! Yuk, mulai sekarang lebih aware sama emosi kita sendiri. Selamat mencoba! 🌟✨
Jangan ragu bagikan pengalaman berhargamu bersama hypnotherapist yang berpengalaman dan profesional.
Narahubung: Yodi Supriyadi
Referensi:
Goleman, D. (1995). Emotional Intelligence: Why It Can Matter More Than IQ

