Anak Tidak Mau Makan Nasi atau Fobia Nasi: Penyebab, Dampak, dan Solusinya
Bagi sebagian orang tua, melihat anak menolak makan nasi bisa menimbulkan kekhawatiran. Terlebih jika penolakan tersebut hingga membuat anak merasa takut, jijik, atau menangis ketika melihat nasi. Kondisi ini bisa disebut fobia nasi atau rice aversion, yaitu keadaan ketika anak memiliki respon penolakan yang berlebihan, baik secara emosional maupun sensorik.
Masalah ini sebenarnya lebih sering terjadi daripada yang kita bayangkan, dan bukan sepenuhnya salah anak. Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan hal tersebut.
Mengapa Anak Bisa Tidak Mau Makan Nasi atau Mengalami Fobia Nasi?
1. Sensitivitas Sensorik
Beberapa anak sangat peka terhadap tekstur makanan. Tekstur nasi yang lembek dan menempel bisa terasa tidak nyaman atau “menggelikan” bagi anak yang sensitif secara sensorik.
2. Trauma Makanan di Masa Lalu
Pengalaman tersedak saat makan nasi, dipaksa makan, atau pernah dimarahi saat makan bisa membentuk trauma kecil yang membuat anak takut mengulanginya.
3. Persepsi Rasa yang Berbeda
Tidak semua anak merasakan makanan dengan cara yang sama. Ada anak yang menganggap nasi hambar atau tidak enak sehingga secara alami menolak.
4. Gangguan Oro-Motorik
Anak dengan kemampuan mengunyah yang belum optimal sering menolak makanan tertentu yang membutuhkan kemampuan mengunyah lebih baik.
5. Kebiasaan dan Pola Asuh Makan
Cara memberi makan yang penuh tekanan atau terburu-buru dapat menimbulkan asosiasi negatif terhadap nasi.
Apakah Anak yang Tidak Mau Makan Nasi Berbahaya?
Tidak semua anak yang tidak makan nasi akan kekurangan nutrisi, selama ia tetap mengonsumsi sumber karbohidrat lainnya seperti kentang, roti, mie, pasta, atau oats.
Namun, kondisi fobia nasi perlu diperhatikan karena:
-
Bisa memengaruhi perkembangan pola makan jangka panjang
-
Dapat membuat anak sulit makan bersama keluarga
-
Berpotensi berkembang menjadi gangguan makan bila tidak ditangani
-
Menimbulkan kecemasan setiap kali berhadapan dengan nasi
Jika kondisi ini dibiarkan, bisa berdampak pada aspek emosi, sensorik, dan perilaku makan anak.
Bagaimana Cara Mengatasi Anak yang Fobia Nasi?
1. Jangan Memaksa Anak
Paksaan hanya memperburuk trauma dan membuat anak semakin takut.
2. Eksposur Bertahap
Mulai dengan memperlihatkan nasi, menyentuh sedikit, atau bermain tekstur tanpa harus makan.
3. Berikan Contoh Positif
Makan nasi dengan senang di depan anak tanpa memaksanya ikut.
4. Gunakan Pendekatan Sensorik
Ajak anak menyentuh bahan makanan lain dengan berbagai tekstur untuk melatih toleransi sensoriknya.
5. Pertolongan Profesional
Jika penolakan anak disertai tangisan, ketakutan ekstrem, hingga trauma makan, diperlukan penanganan khusus seperti terapi perilaku atau hipnoterapi anak.
Solusi Aman & Efektif: Hipnoterapi Anak untuk Fobia Nasi
Fobia makanan pada anak dapat ditangani dengan pendekatan yang lembut, aman, dan menyenangkan, salah satunya melalui Hipnoterapi Anak.
Hipnoterapi membantu anak untuk:
-
Melepaskan trauma makan
-
Mengurangi kecemasan terhadap makanan
-
Membangun persepsi positif pada nasi
-
Mengembalikan nafsu makan dengan cara natural
-
Menguatkan rasa percaya diri dalam proses makan
Untuk orang tua yang menghadapi situasi seperti ini, penting untuk mencari tempat terapi yang khusus menangani anak, bukan terapi umum.
Klinik Hipnoterapi Anak Allia Kids – Solusi untuk Anak Takut Nasi
Jika anak Anda mengalami fobia nasi, trauma makan, picky eater berat, atau menolak nasi secara ekstrem, Anda dapat mengunjungi:
👉 Klinik Hipnoterapi Anak Allia Kids
Website: www.alliakids.com
Allia Kids merupakan klinik yang fokus pada:
-
Hipnoterapi khusus anak
-
Trauma makan
-
Gangguan sensorik makanan
-
Anak takut nasi / fobia nasi
-
Picky eater
-
Masalah emosional anak yang memengaruhi pola makan
Pendekatannya lembut, ramah anak, dan menggunakan metode yang mudah diterima anak tanpa menakut-nakuti.
Penutup
Menolak nasi atau bahkan takut nasi bukan berarti anak “bandel” atau “susah diatur”. Ada sebab yang mendalam di balik perilaku tersebut. Dengan memahami penyebabnya dan memberikan pendekatan yang tepat, anak bisa kembali makan dengan nyaman dan bahagia.
Jika Anda membutuhkan bantuan profesional untuk mengatasi masalah ini, kunjungi www.alliakids.com untuk mendapatkan solusi terbaik bagi anak Anda.

