IBHCenter

Indonesian Board of Hypnotherapy Official Website

  • Home
  • Blog
  • Member
    • Certified Hypnotist
    • Certified Hypnotherapist
    • Trainer
  • Jadwal Pelatihan
  • Renewal
  • login

Anak Tidak Mau Makan Nasi atau Fobia Nasi: Penyebab, Dampak, dan Solusinya

December 9, 2025 by Agus Salim

 

Anak Tidak Mau Makan Nasi atau Fobia Nasi: Penyebab, Dampak, dan Solusinya

Bagi sebagian orang tua, melihat anak menolak makan nasi bisa menimbulkan kekhawatiran. Terlebih jika penolakan tersebut hingga membuat anak merasa takut, jijik, atau menangis ketika melihat nasi. Kondisi ini bisa disebut fobia nasi atau rice aversion, yaitu keadaan ketika anak memiliki respon penolakan yang berlebihan, baik secara emosional maupun sensorik.

Masalah ini sebenarnya lebih sering terjadi daripada yang kita bayangkan, dan bukan sepenuhnya salah anak. Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan hal tersebut.


Mengapa Anak Bisa Tidak Mau Makan Nasi atau Mengalami Fobia Nasi?

1. Sensitivitas Sensorik

Beberapa anak sangat peka terhadap tekstur makanan. Tekstur nasi yang lembek dan menempel bisa terasa tidak nyaman atau “menggelikan” bagi anak yang sensitif secara sensorik.

2. Trauma Makanan di Masa Lalu

Pengalaman tersedak saat makan nasi, dipaksa makan, atau pernah dimarahi saat makan bisa membentuk trauma kecil yang membuat anak takut mengulanginya.

3. Persepsi Rasa yang Berbeda

Tidak semua anak merasakan makanan dengan cara yang sama. Ada anak yang menganggap nasi hambar atau tidak enak sehingga secara alami menolak.

4. Gangguan Oro-Motorik

Anak dengan kemampuan mengunyah yang belum optimal sering menolak makanan tertentu yang membutuhkan kemampuan mengunyah lebih baik.

5. Kebiasaan dan Pola Asuh Makan

Cara memberi makan yang penuh tekanan atau terburu-buru dapat menimbulkan asosiasi negatif terhadap nasi.


Apakah Anak yang Tidak Mau Makan Nasi Berbahaya?

Tidak semua anak yang tidak makan nasi akan kekurangan nutrisi, selama ia tetap mengonsumsi sumber karbohidrat lainnya seperti kentang, roti, mie, pasta, atau oats.

Namun, kondisi fobia nasi perlu diperhatikan karena:

  • Bisa memengaruhi perkembangan pola makan jangka panjang

  • Dapat membuat anak sulit makan bersama keluarga

  • Berpotensi berkembang menjadi gangguan makan bila tidak ditangani

  • Menimbulkan kecemasan setiap kali berhadapan dengan nasi

Jika kondisi ini dibiarkan, bisa berdampak pada aspek emosi, sensorik, dan perilaku makan anak.


Bagaimana Cara Mengatasi Anak yang Fobia Nasi?

1. Jangan Memaksa Anak

Paksaan hanya memperburuk trauma dan membuat anak semakin takut.

2. Eksposur Bertahap

Mulai dengan memperlihatkan nasi, menyentuh sedikit, atau bermain tekstur tanpa harus makan.

3. Berikan Contoh Positif

Makan nasi dengan senang di depan anak tanpa memaksanya ikut.

4. Gunakan Pendekatan Sensorik

Ajak anak menyentuh bahan makanan lain dengan berbagai tekstur untuk melatih toleransi sensoriknya.

5. Pertolongan Profesional

Jika penolakan anak disertai tangisan, ketakutan ekstrem, hingga trauma makan, diperlukan penanganan khusus seperti terapi perilaku atau hipnoterapi anak.


Solusi Aman & Efektif: Hipnoterapi Anak untuk Fobia Nasi

Fobia makanan pada anak dapat ditangani dengan pendekatan yang lembut, aman, dan menyenangkan, salah satunya melalui Hipnoterapi Anak.

Hipnoterapi membantu anak untuk:

  • Melepaskan trauma makan

  • Mengurangi kecemasan terhadap makanan

  • Membangun persepsi positif pada nasi

  • Mengembalikan nafsu makan dengan cara natural

  • Menguatkan rasa percaya diri dalam proses makan

Untuk orang tua yang menghadapi situasi seperti ini, penting untuk mencari tempat terapi yang khusus menangani anak, bukan terapi umum.


Klinik Hipnoterapi Anak Allia Kids – Solusi untuk Anak Takut Nasi

Jika anak Anda mengalami fobia nasi, trauma makan, picky eater berat, atau menolak nasi secara ekstrem, Anda dapat mengunjungi:

👉 Klinik Hipnoterapi Anak Allia Kids
Website: www.alliakids.com

Allia Kids merupakan klinik yang fokus pada:

  • Hipnoterapi khusus anak

  • Trauma makan

  • Gangguan sensorik makanan

  • Anak takut nasi / fobia nasi

  • Picky eater

  • Masalah emosional anak yang memengaruhi pola makan

Pendekatannya lembut, ramah anak, dan menggunakan metode yang mudah diterima anak tanpa menakut-nakuti.


Penutup

Menolak nasi atau bahkan takut nasi bukan berarti anak “bandel” atau “susah diatur”. Ada sebab yang mendalam di balik perilaku tersebut. Dengan memahami penyebabnya dan memberikan pendekatan yang tepat, anak bisa kembali makan dengan nyaman dan bahagia.

Jika Anda membutuhkan bantuan profesional untuk mengatasi masalah ini, kunjungi www.alliakids.com untuk mendapatkan solusi terbaik bagi anak Anda.


 

Filed Under: General

In memoriam Yan Nurindra

Certified Instructor of The Month December-2025

dr. Evan Sastria, M.H.Kes., MARS.,CI (IBH), CCH (NGH), MCH, CT.NLP(NNLP), CT.NLP(NFNLP), CPC (NFNLP)
No Anggota: 01779

lihat Profile

//Artikel Terbaru

  • Banyak orang tua tidak menyadari bahwa masalah anak takut, jijik, atau menolak makan nasi bukanlah hal sepele
  • Mengajarkan anak agar mau makan nasi dengan baik tanpa rasa takut atau jijik merupakan hal yang sangat penting bagi orang tua
  • Bagaimana Otak Laki-Laki dan Perempuan Merespons Stres
  • Bagaimana Cara Menerima Masa Lalu?
  • Melampaui Ambang Batas

//Jadwal Pelatihan

Professional Hypnotherapy Workshop

26-Jan-2026 - Jakarta

Ilyas Afsoh

Detail

Basic Hypnotherapy

26-Jan-2026 - Tangerang

Bernartdous Sugiharto, S.S.T, CH, CHt, CPHt, CMH, CI, C.ESTher, CT. MTH, CT. NLMOR, CT NNLP, CT. PBL, CT. HLC

Detail

Basic Hypnotherapy

27-Jan-2026 - Jakarta

DR.(H.C) ARIS BUDIMAN, CHt.,CPHt.,CMHt, CI, CMTHt.

Detail

Basic Hypnotherapy

27-Jan-2026 - Jakarta

Ilyas Afsoh

Detail

Jadwal Lengkap

// News

// Our Network

logo-nca logo-nnlp

// The Indonesian Board of Hypnotherapy

Plaza Basmar Lantai 3
Jl. Mampang Prapatan Raya 106 Jakarta Selatan
Whatsapp: 0813-8100-0981 (Mey)
IBH is managed by Integra

© Copyright 2014 IBH Center · All Rights Reserved · Powered by Indonesia9 ·