IBHCenter

Indonesian Board of Hypnotherapy Official Website

  • Home
  • Blog
  • Member
    • Certified Hypnotist
    • Certified Hypnotherapist
    • Trainer
  • Jadwal Pelatihan
  • Renewal
  • login

Apakah Manusia Benar-Benar Menurun di Era Ini

July 15, 2026 by Rifqah Ramdhana Jufri

Banyak orang mengira otaknya mulai melemah karena sulit fokus membaca lima halaman buku. Padahal, mungkin yang berubah bukan kemampuan otaknya, melainkan lingkungan digital yang setiap detik melatihnya untuk tidak pernah benar-benar memperhatikan satu hal. Hari ini kita hidup di tengah banjir informasi. Satu notifikasi masuk sebelum pesan sebelumnya selesai dibaca. Video berdurasi belasan detik berganti tanpa henti. Media sosial menawarkan arus konten yang tidak pernah selesai. Tanpa disadari, perhatian menjadi komoditas yang diperebutkan oleh berbagai platform digital.

Pertanyaannya, apa yang sebenarnya terjadi di dalam otak ketika kondisi ini berlangsung setiap hari? Dalam kajian neurosains, perhatian (attention) bukan sekadar kemampuan psikologis, melainkan fungsi biologis yang dijalankan oleh jaringan otak yang kompleks, terutama korteks prefrontal dan jaringan frontoparietal. Area ini berperan dalam memilih informasi yang relevan, menghambat gangguan, serta mempertahankan fokus agar seseorang dapat berpikir, belajar, dan mengambil keputusan secara efektif (Miller & Cohen, 2001).

Namun, sistem tersebut memiliki kapasitas yang terbatas. Setiap kali notifikasi muncul, setiap kali kita berpindah dari membaca artikel ke media sosial, lalu ke aplikasi pesan, kemudian kembali lagi ke pekerjaan, otak melakukan apa yang dalam neurosains disebut sebagai task switching. Banyak orang menganggap otak mampu melakukan multitasking, padahal yang sebenarnya terjadi adalah perpindahan perhatian yang sangat cepat dari satu tugas ke tugas lainnya.

Penelitian menunjukkan bahwa setiap perpindahan perhatian memiliki konsekuensi biologis yang dikenal sebagai switch cost. Otak membutuhkan waktu dan energi untuk menghentikan satu aktivitas, menyusun kembali prioritas, lalu mengaktifkan jaringan saraf yang sesuai dengan tugas berikutnya. Semakin sering perpindahan itu terjadi, semakin besar energi kognitif yang terbuang dan semakin menurun efisiensi berpikir (Kim et al., 2012). Ironisnya, dunia digital justru dirancang agar perpindahan perhatian itu terus terjadi. Notifikasi, infinite scrolling, video pendek, dan algoritma rekomendasi bekerja dengan tujuan yang sama: mempertahankan perhatian pengguna selama mungkin. Yang diperebutkan bukan hanya waktu kita, melainkan kapasitas biologis otak untuk tetap fokus.

Akibatnya, otak mulai beradaptasi dengan lingkungan tersebut. Kita menjadi semakin terbiasa menerima rangsangan baru setiap beberapa detik dibandingkan mempertahankan perhatian pada satu aktivitas dalam waktu yang lama. Kita mungkin masih mampu membaca, tetapi lebih sulit memahami. Masih mampu mendengar, tetapi tidak benar-benar menyimak. Masih mampu belajar selama berjam-jam, tetapi hanya sedikit informasi yang tersimpan menjadi pengetahuan jangka panjang.

Temuan neurosains terbaru menunjukkan bahwa jaringan perhatian di otak harus terus berkoordinasi dengan jaringan kontrol kognitif dan sistem memori agar seseorang mampu melakukan pemrosesan informasi secara mendalam. Ketika perhatian terus-menerus terpecah, koordinasi antarsistem ini menjadi kurang efisien sehingga kualitas belajar, kreativitas, dan pengambilan keputusan ikut menurun (Lee & Schumacher, 2024).

Ini bukan berarti teknologi adalah musuh. Teknologi telah membawa manfaat luar biasa bagi pendidikan, kesehatan, komunikasi, dan ilmu pengetahuan. Persoalannya bukan pada keberadaan teknologi, melainkan pada cara kita berinteraksi dengannya. Otak manusia berevolusi dalam lingkungan yang jauh lebih lambat dibandingkan derasnya arus informasi digital saat ini. Adaptasi biologis tidak selalu mampu mengikuti percepatan teknologi.

Karena itu, pertanyaan yang seharusnya kita ajukan bukan lagi "berapa lama kita menggunakan gawai?", melainkan "bagaimana kita melindungi sistem perhatian otak agar tetap mampu berpikir secara mendalam?"

Kemampuan untuk fokus bukan sekadar kebiasaan baik. Dalam perspektif neurosains, fokus merupakan fondasi bagi pembentukan memori, penalaran, kreativitas, dan pengambilan keputusan. Jika perhatian terus dilatih untuk berpindah setiap beberapa detik, maka yang perlahan terkikis bukan hanya produktivitas, tetapi juga kemampuan manusia untuk memahami dunia secara utuh.

Di era digital, mungkin sumber daya paling langka bukan lagi informasi. Informasi tersedia di mana-mana. Yang semakin langka adalah perhatian manusia. Dan ketika perhatian menjadi langka, kemampuan berpikir mendalam pun ikut menjadi langka. Mungkin, tantangan terbesar abad ke-21 bukanlah menciptakan teknologi yang lebih canggih, melainkan memastikan bahwa teknologi tidak secara perlahan mengubah cara kerja otak kita hingga kehilangan kemampuan yang paling mendasar: berhenti sejenak, memberi perhatian, lalu berpikir dengan jernih.

Referensi

Kim, C., Cilles, S. E., Johnson, N. F., & Gold, B. T. (2012). Common and distinct mechanisms of cognitive flexibility in task switching.

Lee, Y., & Schumacher, E. H. (2024). Cognitive flexibility in and out of the laboratory. Current Opinion in Behavioral Sciences.

Miller, E. K., & Cohen, J. D. (2001). An Integrative Theory of Prefrontal Cortex Function. Annual Review of Neuroscience.

Filed Under: NLP for Hypnosis

In memoriam Yan Nurindra

Certified Instructor of The Month June-2026

Luthfiyah Mazidah, S.Psi., Psikolog
No Anggota: 08942

lihat Profile

//Artikel Terbaru

  • Mengapa Kita Mudah Percaya Informasi yang Sesuai dengan Keyakinan?
  • Apakah Manusia Benar-Benar Menurun di Era Ini
  • Pikiran Tenang, Tubuh Sehat
  • Menginstal The Power of Mindset di MAN 1 Musi Rawas
  • Mengembalikan Hipnosis ke Tangan Kemanusiaan

//Jadwal Pelatihan

Advanced Hypnotherapy

15-Jul-2026 - Bandung

Deden Rizwan R, S. Pd. I, CI. IBH

Detail

Basic Hypnotherapy

16-Jul-2026 - Bandung

Deden Rizwan R, S. Pd. I, CI. IBH

Detail

Basic Hypnotherapy

16-Jul-2026 - Tangerang

Bernartdous Sugiharto, S.S.T, CH, CHt, CPHt, CMH, CI, C.ESTher, CT. MTH, CT. NLMOR, CT NNLP, CT. PBL, CT. HLC

Detail

Advanced Hypnotherapy

17-Jul-2026 - Tangerang

Bernartdous Sugiharto, S.S.T, CH, CHt, CPHt, CMH, CI, C.ESTher, CT. MTH, CT. NLMOR, CT NNLP, CT. PBL, CT. HLC

Detail

Jadwal Lengkap

// News

// Our Network

logo-nca logo-nnlp

// The Indonesian Board of Hypnotherapy

Plaza Basmar Lantai 3
Jl. Mampang Prapatan Raya 106 Jakarta Selatan
Whatsapp: 0813-8100-0981 (Mey)
IBH is managed by Integra

© Copyright 2014 IBH Center · All Rights Reserved · Powered by Indonesia9 ·