IBH Train The Trainer

The Lounge > Hypnosis

The Lounge
Lounge biasa dipergunakan sebagai tempat bersantai, tempat perhentian sejenak sebelum kita melanjutkan perjalanan. Demikian juga dengan "The Lounge" ini yang dibuat untuk siapapun juga yang ingin bersantai sejenak, sekaligus menambah wacana tentang berbagai hal di seputar manusia.

The Lounge adalah rubrik populer bagi mereka yang ingin memperoleh informasi di seputar pengetahuan Hypnosis, NLP, dan berbagai teknik pemberdayaan diri lainnya, dimana rubrik ini diasuh langsung oleh Yan Nurindra, praktisi pemberdayaan diri, serta pelopor dari pengajaran Hypnosis moderen Indonesia.

Informasi lebih lanjut dari Yan Nurindra dan berbagai aktivitas yang dilakukannya dapat diperoleh di : http://www.YanNurindra.com

Critical Area

Diantara Conscious Mind dan Sub-Conscious Mind terdapat suatu “perangkat” yang berfungsi sebagai filter yang bertugas untuk “menyaring” data yang berasal dari luar (yang masuk melalui panca indera) agar tidak begitu saja masuk ke Sub-Conscious Mind. Perangkat ini secara umum disebut sebagai “Critical Area”.

Pada beberapa buku “Critical Area” ini sering juga disebut sebagai RAS atau Reticular Activating System, yang lebih menyoroti pengaruh dari fungsi neuro terhadap keaktifan filter ini.

Secara sederhana, Critical Area merupakan penampungan data sementara, sebelum data ditindak-lanjuti untuk diteruskan ke Sub-Conscious Mind, dipertahankan, atau di-“lenyapkan”. Fungsi filter dari Critical Area sangat dipengaruhi oleh logika, etika, fokus, minat, dan emosi.

Seseorang yang berada dalam kondisi “Hypnos” dalam atau “Deep Trance”, filter-nya akan terbuka “lebar”, sehingga seluruh informasi (saran) yang berasal dari luar relatif akan mudah memasuki Sub-Conscious Mind.

Seorang Hypnotist memiliki keterampilan untuk membuat Critical Area seseorang “tidak aktif”, atau dengan kata lain filter-nya akan lebih terbuka dibandingkan dalam keadaan “Normal State”.