Article
26 Jul 2011
Nugroho Jati Dwi Nur Laksono, IBH Certified Instructor
Misalnya kegiatan A adalah kegiatan penting tetapi klien merasa malas melakukannya. Kegiatan B adalah kegiatan yang sangat menyenangkan dan klien sangat bersemangat melakukannya. Tujuan kita adalah membuat klien mampu melakukan kegiatan A dengan rasa senang dan semangat sama seperti saat melakukan kegiatan B.
1. Minta klien munculkan pengalaman kegiatan A
2. Lakukan distraksi atau hentikan langkah 1
3. Minta klien munculkan pengalaman kegiatan B
4. Perkuat pengalaman kegiatan B dengan struktur pengalaman kuat
5. Minta klien munculkan submodalitas kegiatan A dan B berdampingan bersamaan
6. Minta klien menutupi semua submodalitas A dengan submodalitas B mulai dari visual, auditori, kinestetik.
7. Perkuat submodalitas B dan minta klien mempertahankan sejenak.
8. Lakukan distraksi untuk membersihkan pikiran klien.
9. Ulangi langkah 5 - 8 berulang kali dalam waktu yang semakin cepat.
1. Minta klien munculkan pengalaman kegiatan A
2. Lakukan distraksi atau hentikan langkah 1
3. Minta klien munculkan pengalaman kegiatan B
4. Perkuat pengalaman kegiatan B dengan struktur pengalaman kuat
5. Minta klien munculkan submodalitas kegiatan A dan B berdampingan bersamaan
6. Minta klien menutupi semua submodalitas A dengan submodalitas B mulai dari visual, auditori, kinestetik.
7. Perkuat submodalitas B dan minta klien mempertahankan sejenak.
8. Lakukan distraksi untuk membersihkan pikiran klien.
9. Ulangi langkah 5 - 8 berulang kali dalam waktu yang semakin cepat.











